BERITASEMBILANCOM| SURABAYA,– Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengkampanyekan penggunaan besek atau tumbu dalam bahasa jawa (tempat atau wadah yang terbuat dari anyaman bambu), hal itu untuk mengurangi penggunaan plastik dalam pembagian daging kurban.

“Selain ramah lingkungan, penggunaan besek juga mendorong kemajuan ekonomi kerakyatan,” ujar Khofifah usai menyerahkan satu ekor sapi kurban milik Presiden Joko Widodo (Jokowi), dan juga dua ekor sapi kurban miliknya ke badan pengelola Masjid Nasional Al Akbar, usai salat Idul Adha 1440 H, Minggu 11 Agustus.

Menurutnya, pembagian daging kurban di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya dilakukan dengan menggunakan besek bambu dan alas daun jati sebagai pengganti plastik sekali pakai. “Ada sebanyak 3.000 paket besek yang disediakan Masjid Nasional Al Akbar guna membagikan daging kurban masyarakat,” kata Khofifah.

Penggunaan besek sebagai pengganti plastik sekali pakai, kata dia, akan dilanjutkan di tahun-tahun berikutnya. Ini merupakan langkah untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Lebih lanjut Khofifah mengatakan, pihaknya khusus mencari pelaku UKM pembuat besek untuk bisa menyuplai kebutuhan pembagian daging kurban di Masjid Nasional Al Akbar. 

“Karena satu pengrajin besek tidak mampu memenuhi kebutuhan besek secara keseluruhan, maka saya harus mendatangi sejumlah pengrajin hingga terkumpul 3.000 besek,” imbuhnya. 

Orang nomor satu di Jatim itu berharap UKM bisa menyiapkan lebih banyak lagi. Kurangnya persediaan besek, lanjut dia, karena di tahun-tahun sebelumnya masih belum terbangun budaya membagikan daging kurban dengan besek. Sehingga permintaan besek di hari raya kurban di masyarakat belum banyak. 

“Saya berharap, dimulainya penggunaan besek dalam membagikan daging kurban di masing-masing masjid mulai tahun ini, maka akan membangkitkan pengrajin serta UKM produsen besek,” terangnya.

Pada Hari Raya Idul Adha tahun 2019, Masjid Nasional Al Akbar menyembelih 30 ekor sapi  dan 98 ekor kambing. Di antaranya satu sapi sumbangan Presiden Jokowi, Gubernur Jatim, dan Wagub Jatim, Emil Elistianto Dardak, serta pimpinan Forkopimda di Jatim. 

Sapi kurban milik Presiden Jokowi berjenis Peranakan Ongole (PO) atau yang biasa disebut Sapi Jawa seberat 1,080 ton. Sedangkan sapi kurban Gubernur Jatim dengan jenis PO, berusia empat tahun seberar 1 ton dan dibeli dari peternak Desa Takerharjo, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan. 

Sapi kurban Gubernur Jatim ,tercatat sebagai juara kontes sapi Jatim 2018. Sementara sapi kurban Wakil Gubernur Jatim tercatat beratnya 950 kilogram. Jenisnya sapi PO, berusia empat tahun, dan dibeli dari peternak Desa Dagan, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan. [Red]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini