BERITASEMBILANCOM| Malang- Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang  ikut meramaikan kegiatan Expo Pembangunan dalam rangka hari jadi ke 1259 Kabupaten Malang. Di stand Expo tersebut Kecamatan Karangploso, menampilkan produk unggulan yang saat ini lagi trend, yakni produk Kopi yang berasal dari Kaki Gunung Arjuno yang merupakan pertanian kopi dengan varietas kopi arabika.

“Kecamatan Karangploso di pameran pembangunan menampilkan produk kopi asli dari wilayah kami, di lereng gunung Arjuno,” ujar Camat Karangploso, Dyah Ekawati N kepada wartawan Sabtu (08/09).

Dengan mengusung brand Kopilos Coffee yang menyediakan kopi khas lereng Gunung Arjuno Malang, camat Karangploso mencoba menawarkan berbagai jenis kopi special Luwak dan Arabica honey, dan juga kopi Arjuno.

“Ada berbagai jenis kopi yang ditawarkan di expo, yang memang produk UKM warga Karangploso, dari petani kopi yang berasal dari sekitaran Kecamatan Karangploso yang mengolah lahan perhutani,” terangnya.

Kopi Arabica Lereng Arjuno Saat diseduh

Pandu Prabowo petani yang menjadi satu di antara petani kopi yang mengembangkan kopi jenis arabica di kawasan Arjuno tersebut, juga menyampaikan bahwa kopi di Karangploso pun tidak sulit untuk menjual hasil panennya dengan harga mahal.

“Kopi Arjuno tidak sulit dipasarkan, karena kopi kami ini sudah sering mengikuti even even festival kopi di seluruh Indonesia,” ujar Pandu.

Menurutnya ide pembuatan kopi Arjuno ini dilakukan sejak awal tahun 2013, Pandu melihat petani belum tahu soal varietas dan jenis kopi serta memprosesnya. Hal ini membuat hati Pandu tergerak untuk belajar secara otodidak dan sering belajar ke kedai kedai yang kemudian ilmu tersebut di sampaikannya kepada petani.

Kopi Produk Karangploso

“Berawal dari hobi, akhirnya saya menciptakan tempat/basecamp untuk para petani. Di tempat itu, para petani diedukasi untuk pengolahan lahan, perawatan tanaman hingga memilih biji kopi yang benar-benar matang untuk kemudian diolah sesuai teknik yang tepat agar bisa memunculkan rasa kopi yang nikmat,” kata Pandu.

Kecintaan Pandu terhadap kopi, khususnya varietas arabika ini membuat kopi yang dihasilkan petani memiliki standar bagus sehingga harga jual menjadi tinggi dan petani bisa sejahtera.

Untuk menghasilkan kopi berkualitas, Pandu membangun sebuah dome untuk memproses berbagai macam olahan biji kopi yang memiliki rasa berbeda. Seperti honey, wine, maupun natural. 

“Di dalam dome, biji kopi dijemur hingga temperatur 40 derajat celsius untuk memastikan biji kopi kering maksimal, setelah dijemur di dalam dome, kopi disortir oleh ibu-ibu sekitar basecamp kopi karlos (kopi karangploso),” tandasnya. [Red]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini