Apel Gelar Pasu...

BANYUWANGI, beritalima.com – Apel Gelar Pasukan Ops Zebra 2017, yang dipimpin langsung Kepala Kepolisian Resor Banyuwangi, AKBP. Agus Yulianto dilaksanakan pada Rabu pagi (1/11/17). Bertempat dihalaman Mapolres setempat, hadir para Kabag, Kasat, dan Kapolsek jajaran. Sementara peserta apel tampak Deputi Perwira, Subdenpom V/3-3 Banyuwangi, Sabhara, Bhabinkamtibmas, Satintelkam, Satreskrim, Satresnarkoba, PNS/PHL dan Dishub Kabupaten Banyuwangi. Dalam apel gelar pasukan itu, dilakukan penyematan pita pertanda dimulainya Operasi Zebra 2017 kepada perwakilan dari Anggota Satlantas, Denpom CPM, dan Dishub. Kapolres Banyuwangi dalam sambutannya mengatakan, apel gelar pasukan ini dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan personel maupun sarana pendukung lainnya. Sehingga kegiatan operasi dapat berjalan dengan optimal dan bisa berhasil sesuai dengan tujuan serta sasaran yang ditetapkan. “Perlu diketahui bersama, data jumlah kecelakaan lalu lintas pada pelaksanaan Operasi Zebra ..

M.Yunus Laporka...

BANYUWANGI, beritalima.com – Setelah merasa jadi korban kriminalisasi oleh oknum-oknum pengurus salah satu lembaga keagamaan di Banyuwangi sehingga menyandang status sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelanggaran UU IT Serta pencemaran nama Baik dipolres Banyuwangi, M. Yunus Wahyudi balik melaporkan Tokoh Besar di Banyuwangi (MA) ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur atas dugaan penyimpangan dan penggelapan dana Bansos. Surat laporan yang diantar sendiri oleh Yunus ke kantor Kejati pada hari Selasa (31/10/17) itu disertai sebagian alat bukti sebagai pendukung laporannya. Saat dikonfirmasi awak media Yunus mengatakan jika seharusnya dirinya didukung karena berani mengungkap kebenaran dan bukannya malah terkesan dikriminalisasi sehingga menjadi tersangka. “Yang saya ungkap semua adalah kebenaran dan disertai bukti kuat jika ada lembaga keagamaan di Banyuwangi menerima dana hibah Bansos hingga tiga kali berturut turut dan penggunaanyapun diduga hanya dibuat bancakan para oknum pengurusnya..

Tergugat Belum ...

MADIUN, beritalima.com- Sidang gugatan mantan istri anggota DPRD Kota Madiun atas harta gono-gini yang digelar di Pengadilan Negeri Kota Madiun, Jawa Timur, seharusnya sudah memasuki agenda jawaban dari pihak tergugat, Rabu 1 November 2017. Namun kuasa hukum tergugat I, Usmanbaraja, SH, belum siap dengan jawaban atas gugatan penggugat dengan alasan relas (panggilan) dari pengadilan yang diterimanya, tidak mencantumkan agenda sidang. “Kami tidak tahu kalau hari ini agendanya jawaban. Sidang yang lalu soalnya kami bisa datang karena ada agenda sidang di pengadilan lain. Jadi kami belum siap. Bukan kok mengulur waktu. Minta waktu satu minggu,” dalih Usmanbaraja, SH, usai sidang. Sebenarnya, lanjutnya, pihaknya tidak ingin dalam perkara ini, ada yang kalah ada yang menang. “Yang kami inginkan, semua menang. Baik penggugat ataupun tergugat. Harapan kami lagi, tergugat V (pembeli), mau ‘berkoalisi’ dengan kami,” harap Usmanbaraja, SH. Sidang yang dipimpin ketua majelis hakim, Srutopo Mul..

Dinas Pertanian...

BANYUWANGI, beritalima.com – Dinas pertanian kabupaten Banyuwangi langsung bergerak Guna menindak lanjuti keluhan masyarakat terkait kelangkaan pupuk bersubsidi khususnya yang ada di kecamatan wongsorejo. Tim Dinas Pertanian Kab. Banyuwangi bergerak turun ke lapangan meninjau sejumlah gudang distributor pupuk subsidi. Salah satunya di gudang distributor CV Sumber Alam Sejati, Rogojampi. Selain memeriksa stok, tim meminta semua distributor untuk segera menyalurkan pupuk ke wilayah distribusi. Terlebih kuota tambahan pupuk bersubsidi yang diajukan Dinas Pertanian Banyuwangi, ke Kementrian Pertanian telah disetujui. Terdiri dari pupuk Urea sebanyak 12.100 ton, SP-36 berjumlah 44 ton dan 1.353 ton ZA. Phoska NPK sebanyak 5.183 ton serta pupuk organik 4.667 ton. Dalam kesempatan tinjau gudang itu, Direktur CV Sumber Alam Sejati, Ami Santoso, juga menunjukkan D.O hari selasa saja sudah ada pengiriman sebanyak 60 ton Urea untuk Kecamatan Wongsorejo. Sebelum ada tambahan pupuk subsidi, lanj..

Konsep Gubernur...

Bangka Belitung — Anjloknya Harga komoditas unggulan lada belakangan ini, diyakini membuat petani lada di Bangka Belitung makin resah. Dalam rilis yang diterima redaksi siang ini, Rabu, 01/11, Jafri, petani lada di Kecamatan Mendo Barat mengatakan, konsep resi gudang yang ditawarkan Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan beberapa waktu yang lalu, perlu di kaji lagi secara matang. ” Untuk mendongkrak dan memproteksi harga perlu kajian yang mendalam serta membutuhkan ahli di bidangnya. Bicara lada tidak hanya bicara harga, tapi juga bicara kualitas, pemasaran, serta tentunya mekanisme pasar,” ucap Jafri, yang saat ini juga menjabat selaku Ketua Asosiasi Petani Karet Babel ini. Menurutnya lagi, perihal kualitas mestinya berbanding lurus dengan harga, tapi kalau efek ke depannya mekanisme pasar berakibat menjadi liar dan tidak terkontrol, maka harus ada regulasi lainnya yang memproteksi soal lada ini. ” Salah satu kontrol pada mekanisme pasar pemerintah, sejatinya Pemerintah ju..