Oleh: Bahaking Rama
Dosen Unismuh Makassar
Ilmu tanpa iman sama dengan buta. Iman kepada Allah menjadi dasar menuju jalan kebenaran. Orang berilmu bisa saja tidak salat karena tidak dituntun oleh iman. Orang yang tidak salat, dikategorikan berdosa dan di akhirat nanti ia masuk neraka. Hal ini dijelaskan dalam QS. Al-Mudatstsir,74:42-43 yang terjemahnya.
“Apa yang memasukkan kamu ke dalam neraka. Mereka menjawab, kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan salat.” Dalam kaitan ini, Rasulullah Saw bersabda dalam HR. Ahmad dan Tirmidzi. “…barang siapa yang meninggalkan salat dengan sengaja tanpa sebab, sungguh ia telah kafir.” Kelong berikut memperingatkan betapa celakanya otang berilmu tetapi tidak melaksanakan salat.
ᨆᨊ ᨈᨗᨁᨗ ᨔᨗᨀᨚᨒᨊᨘ /
ᨆᨗᨀ ᨈᨙᨊ ᨔᨅᨐᨊᨘ /
ᨔᨒ ᨊᨘᨍᨆᨙ /
ᨑᨗᨊᨑᨀ ᨕᨙᨄᨚᨕᨊᨘ
-Manna tinggi sikolanu (walaupun berpendidikan tinggi dan banyak ilmu),
-Mingka tena sambayannu (tetapi tidak mendirikan salat),
-Sallang nujammeng (kelak bila ajal tiba)
-Rinaraka empoannu (di Neraka tempat tinggalmu)
Nilai pendidikan dalam kelong di atas Antara lain; 1) Orang berilmu tetapi tidak salat, hidupnya sia-sia. 2) Kalau sengaja meninggalkan salat tanpa alasan yang dibenarkan hukum syar’i, maka dikategorikan kafir. 3) Orang yang tidak salat, neraka tempatnya di akhirat.
Mendirikan salat masuk rukun islam. Dalam hadis Nabi Muhammad Saw. Riwayat Muslim dijelaskan “Islam dibangun atas lima perkara, yaitu: 1) bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar untuk disembah kecuali Allah dan bersaksi bahwa Muhammad Saw adalah utusan Allah, 2) mendirikan salat, 3) menunaikan zakat, 4) berpuasa di bulan Ramadan, 5) naik haji ke baitullah (bagi yang mampu)”
Tidak mendirikan salat berarti tidak sempurna keislaman seseorang. Salatlah sebelum di salati. Kalau tidak, maka nerakan tempatnya di akhirat. Menderita karena mendapat siksa yang sangat pedih.
Jln. Bonto Tangnga no. 35 Pao-pao, Sabtu, 18 Ramadan 1447 H / 7 Maret 2026 M.***
















