BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Program Studi (Prodi) S1 Teknik Pertambangan yang baru dibuka oleh Universitas Kristen Indonesia (UKI) Paulus pada penerimaan mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 mendapat respons di luar perkiraan.
Meski baru pertama kali menerima mahasiswa, prodi tersebut telah diminati sekitar 100 calon mahasiswa baru yang berasal dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan maupun luar Sulawesi Selatan.
Rektor UKI Paulus, Agus Salim, mengatakan tingginya minat masyarakat terhadap Prodi Teknik Pertambangan menjadi kebanggaan tersendiri bagi kampus.
“Untuk Prodi S1 Teknik Pertambangan yang merupakan program studi baru, jumlah peminat sudah mencapai sekitar 100 calon mahasiswa baru. Ini menjadi capaian yang sangat menggembirakan bagi angkatan pertama,” ujarnya kepada media di Kampus Pascasarjana UKI Paulus, Jalan Cenderawasih, Makassar, awal Juni 2026.
Menurutnya, proses seleksi penerimaan mahasiswa baru akan segera dilaksanakan. Para peserta yang dinyatakan lulus nantinya akan mengikuti perkuliahan pada Tahun Akademik 2026/2027.
Selain Teknik Pertambangan, program studi baru yang juga mendapat sambutan luar biasa adalah Fakultas Kedokteran. Hingga saat ini, tercatat sekitar 50 calon mahasiswa telah mendaftar.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 23 mahasiswa telah dinyatakan lulus seleksi dan memperoleh Nomor Induk Mahasiswa (NIM).
“Fakultas Kedokteran termasuk pendatang baru di lingkungan LLDIKTI Wilayah IX, tetapi animo masyarakat sangat tinggi. Sebagian besar pendaftar berasal dari Sulawesi Selatan dan kawasan Indonesia Timur,” katanya.
Agus Salim menilai tingginya minat calon mahasiswa tidak terlepas dari kesiapan fasilitas pembelajaran yang dimiliki kampus, khususnya untuk Fakultas Kedokteran.
Menurut dia, laboratorium dan sarana praktik yang tersedia merupakan fasilitas terbaru yang dirancang untuk mendukung proses pendidikan kedokteran secara optimal.
“Mahasiswa akan belajar dengan dukungan fasilitas laboratorium yang modern sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung lebih maksimal dan nyaman,” ujarnya.
Menjelang penutupan penerimaan mahasiswa baru tahun ini, civitas akademika UKI Paulus optimistis mampu mencapai target sekitar 1.000 mahasiswa baru.
Target tersebut, kata Agus Salim, telah disesuaikan dengan kapasitas sumber daya manusia serta sarana dan prasarana yang dimiliki kampus.
Saat ini UKI Paulus memiliki sekitar 170 dosen. Dari jumlah tersebut, sekitar 70 persen telah bergelar doktor, baik lulusan perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negeri.
Selain itu, UKI Paulus juga diperkuat oleh 14 guru besar yang tersebar di berbagai program studi.
Untuk meningkatkan kualitas akademik, kampus juga terus mendorong pengembangan sumber daya dosen melalui studi lanjut jenjang doktoral.
“Selama ini ada 28 dosen yang kami sekolahkan untuk melanjutkan studi S3 di berbagai perguruan tinggi seperti Universitas Hasanuddin, Universitas Airlangga, dan Universitas Brawijaya. Mayoritas sudah menyelesaikan studi doktoralnya, sementara sekitar enam orang lagi segera merampungkan pendidikan S3,” jelasnya.
Dukungan dosen berkualifikasi tinggi, fasilitas yang terus berkembang, serta hadirnya sejumlah program studi baru yang diminati masyarakat, UKI Paulus optimistis dapat terus meningkatkan daya saing dan kontribusinya dalam pengembangan pendidikan tinggi di Kawasan Timur Indonesia. (*)


















