BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Panitia Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Sulawesi Selatan 2026 menetapkan sejumlah kriteria penilaian defile kontingen pada pembukaan Porsenijar di Kabupaten Sidrap.
Hal itu mengemuka dalam rapat Panitia Porsenijar PGRI Sulsel 2026 yang berlangsung di Warkop Sembilan Daeng Anas, Jl Mappala, Makassar, Ahad sore, 28 Juni 2026.
Rapat dipimpin Sekretaris PGRI Sulsel, Dr. Abdi, M.Pd.
Hadir dalam rapat tersebut Ketua PGRI Sulsel, Prof. Dr. H. Hasnawi Haris, M.Hum., Ketua Panitia Porsenijar PGRI Sulsel 2026, Prof. Dr. H. Muhlis Madani, M.Si., Wakil Ketua Panitia, Nursalam, S.Pd., M.Pd., Sekretaris Panitia, Drs. Suriadi, M.Pd., serta sejumlah anggota panitia lainnya.
Salah satu agenda yang dibahas adalah kriteria penilaian defile Porsenijar PGRI Provinsi Sulawesi Selatan 2026 di Sidrap.
Penanggung jawab penilaian defile, Dr. H. Muliono Caco, M.M., M.Kes., menjelaskan, penilaian defile dilakukan secara menyeluruh sejak acara pembukaan hingga peserta mencapai titik akhir defile.
Menurutnya, aspek pertama yang dinilai adalah jumlah peserta dan kekompakan barisan.
Penilaian meliputi banyaknya peserta yang mengikuti acara pembukaan dan defile, konsistensi jumlah peserta selama perjalanan, serta konsistensi jumlah peserta hingga mencapai garis finis.
Aspek kedua adalah keseragaman dan kerapian pakaian.
Pada bagian ini, juri akan menilai kesesuaian kostum seragam dengan jumlah peserta, kerapian cara berpakaian, kewibawaan dan etika guru, serta kemampuan peserta mengikuti komando pimpinan barisan.
Aspek ketiga adalah kedisiplinan, semangat, dan ekspresi barisan.
Indikatornya meliputi tidak adanya peserta yang meninggalkan barisan saat acara pembukaan, tidak keluar dari barisan selama perjalanan defile, tidak membuat kegaduhan, memperlihatkan semangat tinggi, serta ketepatan waktu.
Aspek keempat adalah kreativitas bertema pendidikan.
Pada bagian ini, kontingen dinilai dari sinopsis yang mampu menyemangati peserta upacara, yel-yel yang memiliki pesan pendidikan, penggunaan pakaian adat atau tari adat yang sopan, tulisan spanduk yang mengedukasi, serta tampilan kearifan lokal masing-masing daerah.
Muliono Caco juga menegaskan sejumlah catatan penting yang harus dipatuhi seluruh kontingen.
Kontingen tidak diperbolehkan menampilkan tarian, atraksi, atau kegiatan sejenisnya dengan berhenti di depan panggung kehormatan.
Apabila ada penampilan, maka penampilan tersebut dimulai saat nama kontingen disebut atau diundang dan harus berakhir sebelum nama kontingen berikutnya disebut.
Selain itu, kontingen tidak diperbolehkan membawa cenderamata atau sejenisnya kepada tamu kehormatan.
Panitia juga menegaskan bahwa acara pembukaan Porsenijar PGRI Sulsel merupakan bagian dari penilaian defile.
Naskah sinopsis yang dibacakan setiap kontingen merupakan profil kontingen dan tidak boleh bernuansa politik maupun SARA.
Pembacaan naskah sinopsis diberi durasi maksimal tiga menit dan dibacakan oleh masing-masing kontingen dengan format yang disiapkan panitia.
Setiap pelanggaran terhadap ketentuan panitia akan mendapat pengurangan poin dari dewan juri.
Dalam rapat tersebut juga ditegaskan urutan penampilan defile 24 kabupaten/kota peserta Porsenijar PGRI Sulsel 2026.
Kabupaten Takalar menjadi kontingen pertama yang tampil dalam defile, disusul Kabupaten Maros, Barru, Soppeng, Enrekang, Kota Parepare, Kabupaten Gowa, Selayar, Wajo, Luwu, Bulukumba, dan Pinrang.
Urutan berikutnya adalah Kota Palopo, Kabupaten Bantaeng, Sinjai, Toraja Utara, Luwu Utara, Bone, Jeneponto, Pangkep, Luwu Timur, Kota Makassar, Tana Toraja, dan Kabupaten Sidrap sebagai tuan rumah tampil pada urutan terakhir.
Adapun mata lomba yang akan dipertandingkan dan diperlombakan pada Porsenijar PGRI Sulsel 2026 meliputi tenis lapangan, tenis meja, bola voli putra, bola voli putri, futsal 1, futsal 2, sepak takraw, petanque, bulu tangkis, catur, dan pickleball.
Selain cabang olahraga, Porsenijar PGRI Sulsel 2026 juga akan memperlombakan cabang seni dan pembelajaran.
Cabang tersebut meliputi paduan suara, vokal grup, nyanyi solo, melukis, tari kreasi, tari tunggal, ikrar guru, mendongeng, stand up comedy, MTQ, serta pembelajaran.
Panitia berharap seluruh kontingen dari 24 kabupaten/kota dapat mengikuti technical meeting sesuai jadwal agar pelaksanaan lomba berjalan tertib, lancar, dan sesuai ketentuan yang telah disepakati.
Panitia juga berharap seluruh kontingen memperhatikan seluruh ketentuan penilaian defile agar pelaksanaan pembukaan berjalan tertib, meriah, edukatif, dan mencerminkan martabat guru.
Porsenijar PGRI Sulsel 2026 di Kabupaten Sidrap dijadwalkan berlangsung pada 2–6 Juli 2026.
Kegiatan ini akan diikuti kontingen PGRI dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan dalam berbagai cabang olahraga, seni, dan pembelajaran. ***


















