BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI) memasuki babak baru pengembangan ilmu sejarah dengan melantik Evi Alfira, S.Pd., M.Pd. sebagai Ketua Program Studi S1 Pendidikan Sejarah periode 2025-2029.
Pelantikan digelar di Aula UPRI, Kamis 21 Agustus 2025 menandai dimulai kepemimpinan akademik baru dan penuh inovasi untuk prodi yang mencetak calon guru sejarah berkualitas ini.
Evi Alfira, seorang akademisi muda aktif dalam penelitian sejarah lokal, resmi dikukuhkan oleh Rektor UPRI, M. Darwis Nur Tinri, S.Sos., M.Si, dalam acara dihadiri Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Karya Dharma, Dra. Hj. Halijah Nur, M.Si, serta Dekan FKIP Dr. Supardi Salam, S.Pd., M.Pd.
Rektor UPRI menyampaikan harapan besar terhadap terobosan baru di bawah kepemimpinan Evi.
“Prodi Pendidikan Sejarah memegang peran krusial dalam membentuk karakter dan memori kolektif generasi muda. Saya percaya semangat dan ide-ide segar Evi Alfira akan membawa angin perubahan, menjadikan sejarah bukan hanya sebagai pelajaran masa lalu, tetapi sebagai relevansi membangun masa depan,” ujar Darwis.
Dekan FKIP, Dr. Supardi Salam, juga menyambut antusias kepemimpinan baru ini. “Kami sengaja memberikan kepercayaan kepada talenta muda yang penuh energi dan gagasan kreatif.
Evi memiliki visi yang kuat untuk mengintegrasikan teknologi digital dan metode pembelajaran interaktif dalam studi sejarah, serta komitmen untuk memperkuat riset sejarah kawasan yang masih banyak terpendam,” papar Supardi.
Evi Alfira menyampaikan visi dan misinya yang berfokus pada tiga pilar utama, yakni Relevansi, Inovasi, dan Kolaborasi.
“Kami akan membuat pembelajaran sejarah menjadi lebih hidup dan kontekstual. Melalui pemanfaatan teknologi digital seperti virtual museum tour, augmented reality, dan project-based learning, kami ingin mahasiswa tidak hanya menghafal tahun, tetapi benar-benar memahami nilai dan pelajaran dari setiap peristiwa bersejarah,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan museum, arsip nasional, dan komunitas sejarah untuk memberikan pengalaman belajar yang nyata bagi mahasiswa.
“Target kami adalah mencetak guru-guru sejarah yang inspiratif, yang mampu menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan kecintaan pada sejarah Indonesia dengan cara yang menyenangkan dan mendalam,” tambah Evi.
Pelantikan Evi Alfira ini merupakan bagian dari rangkaian penguatan kepemimpinan di tingkat program studi di lingkungan FKIP UPRI.
Kepemimpinan baru yang dinamis ini, Prodi Pendidikan Sejarah UPRI diproyeksikan menjadi pusat unggulan yang mencetak pendidik sejarah yang mampu menjawab tantangan zaman.***