BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Suasana Benteng Rotterdam Makassar sepanjang Kamis, 27 November 2025, tampak lebih hidup dari biasanya. Area bersejarah itu menjadi panggung kreativitas mahasiswa Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar (UNM) dalam dua agenda besar yang menjadi bagian dari Festival Museum La Galigo 2025.
Sejak pukul 08.00 pagi, mahasiswa PKK S1 Konsentrasi Tata Busana Angkatan 2022 membuka rangkaian acara dengan “Pementasan Mahakarya Batik: Warisan Nusantara.” Sebanyak 44 rancangan batik nusantara dipentaskan. Ratusan pengunjung, termasuk pelaku industri kreatif, akademisi, hingga pengunjung lainnya, tampak antusias menyaksikan deretan busana batik yang dirancang dan ditata langsung oleh mahasiswa.
Motif batik diolah dengan pendekatan modern: ada yang ditampilkan dalam siluet kontemporer, ada pula yang dipadukan dengan aksesori etnik khas daerah di Indonesia. Para model yang berjalan di runway kecil Benteng Rotterdam tampil percaya diri dengan iringan musik etnik modern yang menambah kehangatan suasana.
Acara berlanjut pada pukul 13.00 WITA dengan Pementasan Tata Rias Pengantin Internasional, hasil karya mahasiswa Konsentrasi Tata Rias Angkatan 2022. Lima negara—Indonesia, Korea, Jepang, India, dan China—diangkat sebagai inspirasi utama dalam tampilan riasan, herdo, hingga busana pengantin.
Setiap kelompok menampilkan konsep artistik yang matang. Tidak hanya menonjolkan teknik rias yang detail, mahasiswa juga memperhatikan makna filosofis dan karakter budaya dari masing-masing negara. Hal ini mendapat banyak apresiasi dari penonton dan tamu undangan.
Ketua Jurusan PKK FT-UNM, Dr. Hamidah Suryani, S.Pd, M.Pd kepada media Sabtu 29 Nopember 2025 menyampaikan kebanggaannya terhadap dedikasi mahasiswa dan soliditas dosen pembimbing.
“Setiap karya yang ditampilkan hari ini adalah bukti nyata bahwa mahasiswa PKK FT-UNM memiliki potensi besar untuk bersaing di industri kreatif. Mereka bukan hanya merias atau merancang busana, tetapi menganalisis budaya, mengolah estetika, dan mengeksekusi dengan profesional,” ucapnya.
Dr. Hamidah juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi ruang belajar yang lebih luas daripada sekadar praktikum di kelas.
“Ruang-ruang seperti ini melatih mahasiswa untuk mengelola panggung, bekerja dalam tim, memahami kebutuhan klien, hingga membangun konsep visual yang kuat. Inilah keterampilan nyata yang dibutuhkan di lapangan kerja,” tambahnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan.
“Kemitraan seperti ini adalah jembatan penting yang menghubungkan pendidikan dan industri. Kami berharap pementasan ini menjadi tradisi tahunan yang semakin besar dan membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa untuk tampil di tingkat nasional dan internasional,” ujarnya.
Perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulsel menyebut keterlibatan mahasiswa UNM dalam festival ini sangat relevan dengan misi pelestarian budaya dan penguatan sektor pariwisata kreatif Makassar.
Puncak acara berlangsung ketika seluruh model busana dan pengantin internasional tampil bersama dalam sesi penutupan. Tepuk tangan meriah mengisi ruang terbuka Benteng Rotterdam, menandai keberhasilan pementasan yang menghadirkan perpaduan budaya, seni, dan kreativitas muda.
Ketua Prodi PKK FT-UNM,Dr. Andi Nur Maida, S.Pd, M.Si, menambahkan bahwa kegiatan ini telah menjadi agenda tahunan yang dirancang untuk mengukur capaian akademik mahasiswa sekaligus memperkenalkan karya mereka kepada publik luas.
Secara keseluruhan, rangkaian pementasan ini mempertegas posisi Jurusan PKK FT-UNM sebagai salah satu institusi pendidikan yang aktif mendorong transformasi seni, desain, dan budaya melalui generasi muda.***


















