BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Menyambut pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan XVIII tahun 2026 yang akan digelar di Kabupaten Wajo dan Bone, Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Sulsel mulai melakukan langkah persiapan.
Sebanyak 53 cabang olahraga (cabor) dijadwalkan dipertandingkan pada Porprov Sulsel 2026, dengan 13 di antaranya merupakan cabor baru. Salah satu cabor yang mendapat perhatian khusus adalah dayung, yang dipastikan akan diikuti oleh atlet dari 12 kabupaten/kota di Sulsel.
Guna memastikan kesiapan pelaksanaan lomba, pengurus PODSI Sulsel melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Wajo pada Ahad–Senin, 14–15 Desember 2025. Kunjungan tersebut bertujuan meninjau langsung kesiapan arena serta dukungan organisasi PODSI Wajo dalam menyelenggarakan seluruh rangkaian lomba cabor dayung.
Rombongan PODSI Sulsel yang turun ke lapangan dipimpin Sekretaris PODSI Sulsel Drs Suarman, S.Pd bersama Bendahara Dr H Muliono Caco, SKM, MM, serta pengurus harian Suting Jafar. Mereka diterima langsung oleh jajaran pengurus PODSI Wajo yang diketuai Drs H Jasman Juanda, M.Si, didampingi Sekretaris Umum Muhammad Haris Sultan, S.Pd, M.Pd.
Sekretaris PODSI Sulsel, Suarman, kepada Tribun-Timur.com, Senin (15/12/2025), mengatakan hasil pertemuan dan peninjauan lapangan menunjukkan bahwa PODSI Wajo siap menjadi tuan rumah pertandingan cabor dayung pada Porprov Sulsel XVIII.
“Dari hasil kunjungan dan diskusi bersama pengurus PODSI Wajo, kami menyimpulkan bahwa Wajo sangat siap. Infrastruktur alamnya sangat mendukung, mulai dari Danau Tempe hingga kawasan perairan di sekitarnya,” ujar Suarman.
Ia menambahkan, Kabupaten Wajo memiliki pengalaman panjang dalam menggelar event olahraga perairan. Setiap tahun, daerah ini rutin menyelenggarakan lomba perahu tradisional lepa-lepa yang telah menjadi agenda tahunan dan daya tarik tersendiri.
“Ini menjadi nilai plus karena masyarakat dan pemerintah daerah sudah terbiasa dengan event dayung. Ditambah lagi keberadaan bendungan serta Danau Tempe yang sangat representatif untuk arena perlombaan,” katanya.
Setelah kunjungan ke Wajo, lanjut Suarman, PODSI Sulsel juga akan menjadwalkan peninjauan serupa ke Kabupaten Bone untuk melihat langsung kesiapan arena pertandingan cabor dayung di wilayah tersebut.
“Hasil kunjungan lapangan di Wajo dan Bone nantinya akan kami plenokan dalam rapat PODSI Sulsel. Selanjutnya, hasil pleno itu akan diserahkan kepada KONI Provinsi Sulawesi Selatan sebagai bahan penetapan resmi,” pungkasnya.
Porprov Sulsel XVIII 2026 diharapkan menjadi ajang pembinaan atlet daerah sekaligus momentum peningkatan prestasi olahraga Sulsel di tingkat nasional.***


















