BERITASEMBILAN.Com-Pangkep Sejumlah dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang tergabung dalam Aliansi Dosen Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ADPERTISI) menggelar Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Nasional di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Rabu (10/12/2025).
Para dosen tersebut disebar ke sejumlah desa, salah satunya Desa Mangilu, Kecamatan Bungoro. Kegiatan ini mengusung fokus “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penerapan Teknologi Tepat Guna, Penerapan IoT sebagai Inovasi Teknologi dalam Pertanian, serta Penguatan Hukum dan Ekonomi Desa melalui Produk Unggulan Berbasis Potensi Lokal.”
Untuk Desa Mangilu, kegiatan dilaksanakan oleh Kelompok 14 dengan tujuan meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat desa melalui inovasi berbasis potensi lokal, mendorong pemanfaatan teknologi tepat guna dan teknologi digital, serta memperkuat ekonomi desa melalui pengembangan produk unggulan.
Kegiatan yang berlangsung serentak ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta warga Desa Mangilu yang antusias mengikuti pemaparan dan diskusi bersama para dosen.
Kepala Desa Mangilu, Malik, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada tim PKM ADPERTISI yang telah turun langsung ke masyarakat dan berinteraksi dengan warga desa.
“Kami berharap program ini tidak hanya berhenti pada kegiatan hari ini, tetapi bisa memberikan manfaat jangka panjang dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pemanfaatan teknologi tepat guna,” ujarnya.
Sementara itu, dosen pendamping Kelompok 14, Ir. Muhammad Alwi, ST., MT. dari STITEK Dharma Yadi Makassar, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen ADPERTISI dalam menjalankan tridharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
“Melalui pemberdayaan masyarakat desa berbasis inovasi dan pendampingan potensi lokal, kami ingin membekali masyarakat dengan keterampilan dan pengetahuan agar lebih mandiri secara ekonomi dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Selama kegiatan berlangsung, para dosen secara bergantian menyampaikan materi terkait penerapan teknologi tepat guna, pemanfaatan Internet of Things (IoT) dalam sektor pertanian, serta penguatan aspek hukum dan ekonomi desa melalui pengembangan produk unggulan lokal.
Tim PKM Kelompok 14 terdiri dari dosen lintas perguruan tinggi, di antaranya Haslinda HS., ST., MM., MT. (UPRI Makassar), Ir. Kartini Yunus, MT., Andi Abustan Fahar, ST., MT., Ir. Gideon Kajng, MT., Dra. Otniel Payung, MM., Irvan Darmawan A. Djamro, ST., MT. (STITEK Dharma Yadi Makassar), Ir. Ismawati, ST., MT. (Universitas Lamappapoleonro Soppeng), Hermin Arrang, ST., MT. (UKIP Makassar), M. Ilham Nur, ST., MT. (UPRI Makassar), Arfah, SH., MH. (STITEK Dharma Yadi Makassar), Muhammad Ikhsan, ST., MT. (Politeknik Bosowa), Bekti Setiadi, SE., MM. (Sekolah Tinggi Penerbangan Aviasi Jakarta), serta Ir. Muhammad Arham, S.Pd., MT. (Universitas Patria Artha).
Menurut Ir. Muhammad Alwi, keterlibatan dosen dalam kegiatan ini menegaskan peran akademisi tidak hanya sebagai pengajar di ruang kelas, tetapi juga sebagai mitra strategis masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup.
“PKM ini menjadi wujud komitmen kami untuk terlibat langsung dalam pemberdayaan masyarakat desa melalui inovasi dan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan lokal,” katanya.
Para peserta menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka menilai materi yang disampaikan mudah dipahami dan relevan dengan kebutuhan sehari-hari, khususnya dalam bidang pertanian dan pengembangan usaha desa. Sejumlah warga bahkan menyatakan siap mengadopsi teknologi yang diperkenalkan dalam aktivitas usaha mereka.
Melalui kolaborasi antara akademisi, masyarakat, dan pemerintah desa, diharapkan kemandirian masyarakat Desa Mangilu dan Kabupaten Pangkep secara umum dalam pengembangan ekonomi berbasis teknologi tepat guna dapat terus meningkat dan berkelanjutan.


















