BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar kembali mencetak lulusan baru. Sebanyak 643 wisudawan dari program pascasarjana, sarjana, dan Diploma III resmi diwisuda dalam Upacara Wisuda ke-19 yang digelar di Hotel Claro Makassar, Ahad (21/12/2025).
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sultanbatara, Dr Andi Lukman, M.Si, dalam sambutannya menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari pembelajaran yang sesungguhnya di tengah kehidupan nyata.
“Wisuda adalah titik refleksi atas perjalanan panjang yang telah dilalui, tentang jatuh bangun dalam belajar, dan tentang harapan besar yang kini diletakkan di pundak para lulusan sebagai generasi terdidik,” ujar Andi Lukman di hadapan ratusan wisudawan dan orang tua.
Ia menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh lulusan UIT Makassar yang telah berhasil menyelesaikan studi. Menurutnya, keberhasilan tersebut lahir dari disiplin, ketekunan, serta pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran.
“Di balik toga yang hari ini dikenakan, terdapat kisah perjuangan yang tidak selalu mudah, tetapi sangat berharga. Hari ini adalah hari kemenangan kalian,” katanya.
Namun demikian, Andi Lukman mengingatkan bahwa tantangan sesungguhnya justru dimulai setelah wisuda. Dunia kerja dan masyarakat, kata dia, menuntut lulusan perguruan tinggi untuk terus belajar dan beradaptasi di tengah perubahan yang cepat.
“Pembelajaran sejati adalah pembelajaran di tengah masyarakat yang penuh tantangan, ketidakpastian, dan dinamika perubahan,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Andi Lukman juga memberikan penghargaan khusus kepada para orang tua dan keluarga wisudawan. Ia menyebut keberhasilan para lulusan tidak terlepas dari doa, pengorbanan, dan kesabaran keluarga.
“Wisuda hari ini bukan hanya milik para lulusan, tetapi juga milik orang tua dan keluarga yang dengan tulus memperjuangkan masa depan anak-anaknya,” ucapnya.
Kepada para wisudawan, Andi Lukman menyampaikan sejumlah pesan reflektif. Pertama, pentingnya menyandingkan ilmu pengetahuan dengan karakter. Dunia, kata dia, tidak hanya membutuhkan orang cerdas, tetapi juga insan yang jujur, beretika, dan bertanggung jawab.
Kedua, lulusan perguruan tinggi harus menjadi pembelajar sepanjang hayat dan mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi serta transformasi dunia kerja. Ketiga, ia mengajak wisudawan menjadi pribadi yang memberi makna dan manfaat bagi lingkungan, bukan sekadar mengejar jabatan dan materi.
“Keberhasilan sejati diukur dari sejauh mana kehadiran kita membawa manfaat bagi orang lain,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga nama baik almamater. Menurutnya, reputasi Universitas Indonesia Timur ke depan sangat ditentukan oleh sikap, karya, dan kontribusi para lulusannya.
Rektor UIT Makassar Dr Abdul Rahman dalam laporan akademiknya menyampaikan bahwa hingga saat ini UIT telah meluluskan sekitar 30 ribu alumni yang berkiprah di berbagai bidang, mulai dari aparatur sipil negara, pimpinan daerah, anggota legislatif, akademisi, hingga wirausahawan.
Ia juga mengingatkan para lulusan untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat di tengah era masyarakat berbasis pengetahuan dan digitalisasi yang semakin kompetitif.
Upacara wisuda UIT Makassar turut dihadiri Dirjen Dikti Kemendiktisaintek Prof Khaerul Munadi yang menyampaikan orasi ilmiah, Gubernur Sulawesi Selatan, Wali Kota Makassar, Ketua Yayasan Indonesia Timur H Haruna, jajaran senat universitas, serta pimpinan perguruan tinggi swasta di lingkungan LLDIKTI Wilayah IX.***


















