BERITASEMBILAN.Com- Makassar — Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menegaskan kiprahnya di tingkat internasional. Pada tahun 2026, UMI resmi ditetapkan sebagai Universitas Pengelola Program Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB Scholarship) oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.
Penetapan tersebut merupakan hasil seleksi nasional yang ketat, melalui evaluasi proposal serta verifikasi wawancara, sebagaimana tertuang dalam Surat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 0409/B3/KM.00.01/2026 tertanggal 23 Januari 2026. Dalam keputusan itu, UMI tercatat sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Indonesia Timur yang dipercaya menjadi pengelola KNB Scholarship 2026.
Program KNB Scholarship merupakan beasiswa prestisius Pemerintah Indonesia yang ditujukan bagi mahasiswa internasional dari negara-negara berkembang di Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika untuk menempuh pendidikan tinggi di Indonesia. Melalui program ini, UMI membuka akses pendidikan global pada jenjang Sarjana, Magister, dan Doktor melalui program studi unggulan yang terakreditasi dan berorientasi pada kebutuhan global.
Pada KNB Scholarship 2026, UMI menawarkan sejumlah program studi, yakni Program Doktor (PhD) Hukum, Program Magister Kesehatan Masyarakat, serta Program Sarjana Teknik Industri, Teknik Kimia, Teknik Elektro, Ilmu Komunikasi, dan Akuntansi.
Dengan lingkungan akademik yang inklusif, nilai keislaman yang moderat, serta tata kelola kampus yang adaptif terhadap perkembangan sains dan teknologi, UMI menegaskan posisinya sebagai kampus berkarakter, berdaya saing internasional, dan berorientasi pada pembangunan peradaban.
Rektor Universitas Muslim Indonesia, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H. kepada media Rabu malam, 28 Januari 2026 menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Pemerintah Republik Indonesia.
“Penetapan Universitas Muslim Indonesia sebagai pengelola KNB Scholarship 2026 merupakan amanah besar sekaligus pengakuan atas konsistensi UMI dalam menjaga mutu akademik, tata kelola kelembagaan, serta reputasi internasional. Kami menerimanya dengan penuh rasa syukur dan tanggung jawab,” ujar Prof. Hambali.
Ia menegaskan, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika UMI.
“UMI terus berikhtiar membangun kampus yang unggul secara akademik, bermartabat, moderat, dan memberi rasa aman bagi mahasiswa Indonesia maupun mahasiswa internasional. Kami ingin generasi muda, khususnya Generasi Z dan Generasi Alfa, semakin yakin bahwa UMI adalah pilihan tepat untuk meraih masa depan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Urusan Internasional Universitas Muslim Indonesia (KUI UMI), Ir. Hj. Setyawati Yani, ST., MT., Ph.D., IPM., ASEAN Eng, menyatakan bahwa kesiapan UMI sebagai pengelola KNB Scholarship dibangun melalui pengalaman dan sistem yang matang.
“UMI memiliki pengalaman panjang dalam mengelola mahasiswa internasional. Penetapan ini menunjukkan bahwa sistem akademik, layanan internasional, serta kualitas program studi UMI telah memenuhi standar nasional dan diakui secara internasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, UMI berkomitmen memberikan layanan internasional yang profesional dan humanis.
“Kami memastikan mahasiswa internasional tidak hanya memperoleh pendidikan berkualitas, tetapi juga pengalaman budaya, nilai keislaman yang moderat, serta lingkungan akademik yang inklusif,” katanya.
Capaian ini semakin memperkuat posisi UMI sebagai kampus rujukan di Kawasan Timur Indonesia, sekaligus menjadi pesan kuat bagi masyarakat bahwa UMI adalah perguruan tinggi yang terpercaya, progresif, dan siap bersaing di tingkat global.


















