BERITASEMBILAN.Com-Mamuju. Kepemimpinan rektor Universitas Muhammadiyah Mamuju (UNIMAJU) resmi berlanjut. Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, melantik Dr. H. Muhammad Tahir, M.Si. sebagai Rektor UNIMAJU untuk masa jabatan 2026–2029, Sabtu (31/1/2026) di Kota Mamuju.
Pelantikan ini menjadi momen strategis bagi UNIMAJU mempertegas peran sebagai lokomotif pendidikan tinggi di Sulawesi Barat. Di bawah kepemimpinan periode kedua Dr. Muhammad Tahir, kampus berjuluk “Malaqbi” tersebut diproyeksikan melakukan akselerasi menuju penguatan mutu akademik dan daya saing nasional.
Nampak hadir dalam pelantikan rektor ini, Kabag Umum LLDIKTI IX, Syahruddin, ST, MM, Rektor Unismuh Makassar, Dr. Ir. H. Abd Rakhim Nanda, ST, MT, IPU bersama para undangan lainnya.
Pada pidato perdana, Rektor Dr. Muhammad Tahir menyampaikan bahwa berbagai capaian positif pada periode sebelumnya akan menjadi fondasi utama untuk melangkah lebih jauh.
“Alhamdulillah, universitas kita menunjukkan tren perkembangan yang sangat positif. Fokus utama ke depan adalah mengawal transformasi institusi menuju status unggul. Ini bukan pekerjaan mudah, namun menjadi keharusan yang harus kita wujudkan bersama,” tegasnya.
Menjawab tantangan global, Dr. Tahir telah menyiapkan cetak biru pengembangan UNIMAJU tiga tahun ke depan yang bertumpu pada tiga pilar utama, yakni modernisasi tata kelola perguruan tinggi, inovasi sumber daya manusia, serta hilirisasi riset agar hasil penelitian kampus berdampak langsung pada pembangunan Sulawesi Barat.
Ia juga menekankan bahwa keunggulan akademik UNIMAJU harus tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan.
“UNIMAJU harus menjadi institusi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kuat secara karakter. Kita ingin mencetak SDM berkualitas yang menjadi motor penggerak pembangunan daerah,” pungkasnya.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Junda Maulana, pada kesempatan itu menegaskan bahwa UNIMAJU merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam mencetak sumber daya manusia unggul.
Menurut Junda, target pembangunan Sulbar yang optimistis hanya dapat dicapai melalui dukungan SDM berkualitas. Karena itu, Pemprov Sulbar terus mendorong aparatur sipil negara (ASN) untuk melanjutkan studi jenjang magister di UNIMAJU.
“Program kerja sama pendidikan ini sudah berjalan sejak 2025 dan kami pastikan berlanjut di tahun 2026,” ujar Junda kepada RRI.
Selain itu, Pemprov Sulbar juga mendorong perluasan akses beasiswa bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sebagai upaya memutus mata rantai kemiskinan. Pemerintah daerah turut mengajak UNIMAJU berkolaborasi melalui KKN Tematik di 72 desa lokus program Pasti Padu untuk menangani isu anak tidak sekolah (ATS), penurunan stunting, dan pengentasan kemiskinan ekstrem.
“Kami berharap mahasiswa UNIMAJU menjadi motor penggerak di desa dalam mengatasi masalah stunting dan kemiskinan,” katanya.
Saat ini UNIMAJU membina tujuh program studi, terdiri atas enam program sarjana dan satu program magister. Keenam prodi sarjana tersebut yakni; S1 Manajemen; S1 Peternakan; S1 Agribisnis; S1 Ekonomi Pembangunan; S1 Manajemen Sumber Daya Perairan; S1 Teknologi Hasil Perikanan dan Prodi Magister yakni Magister Manajemen
UNIMAJU mengusung visi “Menjadi Universitas Unggul Berbasis Ecodesign Tahun 2045”, dengan misi menyelenggarakan pendidikan tinggi bermutu, inklusif, berwawasan global berbasis digital, serta berlandaskan nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan dan kearifan lokal malaqbi. ***


















