Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Opini Buku

Kelong Pendidikan Religius (1) : Al-Qur’an Pedoman Hidup.

×

Kelong Pendidikan Religius (1) : Al-Qur’an Pedoman Hidup.

Share this article
Example 468x60

Oleh: Bahaking Rama

Dosen Unismuh Makassar

Example 300x600

BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Hingga akhir hayatnya, Nabi Muhammad Saw berhasil mengislamkan seluruh wilayah jazirah Arab. Pengislaman wilayah lainnya (langsung atau tidak langsung) berlanjut pada zaman khulafaurrasyidin, umayah, abbasiyah, dan zaman setelahnya. Untuk wilayah Nusantara (Asia Tenggara) ada beberapa teori yang menjelaskan awal datangnya Islam di wilayah ini.

Salahsatunya adalah teori Arab. Teori ini menetapkan bahwa Agama Islam masuk ke Nusantara, pada abad ke tujuh Masehi atau abad pertama Hijriyah. Teori India (Gujarat) mengatakan, abad ke 13 Masehi. Untuk wilayah Sulawesi Selatan, secara formal, Islam datang pada awal abad ke 17 Masehi (1603)  Islam diajarkan berdasarkan kitab suci Al-Qur’an, sebagai pedoman hidup keselamatan umat manusia. Hal ini diajarkan melalui kelong berikut.

ᨊᨗᨕᨆᨗ ᨀᨗᨈ ᨕᨔᨐ

ᨅᨈᨘ ᨑᨗᨅᨘᨈ ᨒᨚᨄᨚᨕ

ᨕᨄᨔᨒᨆ

ᨑᨗᨙᨕᨑᨊ ᨈᨒᨔᨈ

-Nia’mi kitta Assayya (telah hadir kitab Al quran)

-Battu ributta lompoa (datang dari tanah suci Mekah)

-Appasalama’ (menjadi petunjuk- penyelamat )

-Rieranna Tallasatta (Dari apa yang diperbuat dalam kehidupan ini)

Nilai pendidikan dalam kelong di atas antara lain; 1) perlunya meyakini bahwa Al-Qur’an adalah wahyu Allah yang disampaikan kepada Nabi Muhammad Saw untuk diajarkan kepada umat manusia, 2) Al-Qur’an turun permama kali di Jabal Nur (Gua Hira) tanah suci Mekah pada waktu malam di bulan Ramadan, 3) Yakini bahwa Al-Qur’an menjadi pedoman untuk penyelamat kehidupan manusia.

Nabi Muhammad Saw. Sangat memperhatikan keselamatan umatnya. Diakhir hayatnyapun, ia masih menyebut umatnya. Supaya umatnya bisa selamat dalam menjalani kehidupan, maka Nabi Muhammad meninggalkan (memberi) dua pusaka. Selama manusia berpegang teguh pada kedua pusaka itu, maka tidak akan tersesat selamanya dan selamat dunia-akhirat.

Hal ini dijelaskan dalam HR. Imam Malik dan Al-Hakim yang artinya “Telah aku tinggalkan padamu dua perkara, kamu tidak akan pernah tersesat selama berpegang teguh pada keduanya, yaitu Kitabullah dan Sunnah Rasulullah.”  Semoga umat manusia menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah Rasul sebagai pedoman hidup, supaya manusia tidak sesat dan tidak menyesatkan.

Bonto Tangnga Pao-pao,  Rabu 1 Ramadan 1447 H / 18 Pebruari 2026 M. ***

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *