Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Ragam

Rusmin Rosman dan Anggita Datulumuran Bidik Emas Porsenijar PGRI Sulsel 2026 di Sidrap

×

Rusmin Rosman dan Anggita Datulumuran Bidik Emas Porsenijar PGRI Sulsel 2026 di Sidrap

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Enrekang. Di sela kesibukan sebagai guru, Rusmin Rosman dan Anggita Datulumuran memilih menghabiskan waktu mereka dengan latihan intensif demi satu target: medali emas pada ajang Porsenijar PGRI Sulawesi Selatan 2026 di Kabupaten Sidrap.

Keduanya menjadi andalan Kabupaten Enrekang untuk cabang lomba nyanyi solo putra dan putri. Rusmin mewakili PGRI Cabang Alla, sementara Anggita berasal dari PGRI Cabang Baroko.

Example 300x600

Meski berasal dari cabang berbeda, mereka membangun chemistry latihan bersama untuk memperkuat penampilan di tingkat provinsi.

Ketua PGRI Cabang Alla Enrekang, Harianto, kepada media Rabu malam 13 Mei 2026 mengatakan optimisme besar tumbuh dari semangat dan kedisiplinan dua peserta tersebut selama menjalani persiapan.

“Persiapan latihan yang intensif dan semangat tinggi dari dua seniman peserta Porsenijar ini menjadi modal besar untuk membawa medali ke Enrekang dengan target emas,” ujarnya, Rabu malam, 13 Mei 2026.

Bagi Rusmin Rosman, dunia tarik suara bukanlah sesuatu yang baru. Guru Prakarya di MTsN 2 Enrekang itu telah lama dikenal memiliki karakter vokal kuat dan emosional. Pria kelahiran Belajen Utara, 25 Februari 1991, yang akrab disapa Umming itu baru saja mencatat prestasi sebagai Juara 1 Lomba Menyanyi Solo PORSENIJAR PGRI Enrekang 2025.

Penampilannya kala itu dinilai paling membekas di hadapan dewan juri. Suaranya stabil, penghayatan lagunya kuat, dan mampu menghadirkan emosi yang sampai kepada penonton.

Perjalanan seni Rusmin bermula sejak masa sekolah. Ia menempuh pendidikan di MI Guppi Kambiolangi, MTsN Alla, hingga SMAN 1 Alla sebelum melanjutkan studi di Program Studi Pendidikan Seni Rupa Universitas Muhammadiyah Makassar.

Semasa kuliah, ia aktif di organisasi kampus dan pernah menjabat Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Seni Rupa. Di berbagai kegiatan kampus, Rusmin kerap tampil membawakan lagu di panggung seni mahasiswa.

Kecintaannya pada tarik suara terus tumbuh. Bahkan pada Muktamar Muhammadiyah di Unismuh Makassar, ia pernah tampil solo di panggung utama, sebuah pengalaman yang membuat namanya mulai dikenal luas di lingkungan kampus.

Meski kini berprofesi sebagai guru, Rusmin tidak meninggalkan dunia seni. Ia rutin mengikuti lomba menyanyi tingkat kecamatan hingga ajang PGRI. Dalam berbagai kegiatan masyarakat dan peringatan Hari Kemerdekaan, namanya juga kerap dipercaya sebagai pengisi acara.

“Persiapan menuju tingkat provinsi tentu lebih besar. Saya ingin memberikan hasil terbaik untuk daerah,” kata Rusmin.

Selama enam tahun mengajar di MTsN 2 Enrekang, ia dikenal dekat dengan siswa dan aktif mendorong kreativitas peserta didik. Baginya, seorang guru bukan hanya mengajar di ruang kelas, tetapi juga memberi contoh bagaimana bakat dapat terus dikembangkan.

Sementara itu, Anggita Datulumuran juga terus mematangkan kemampuan vokalnya menjelang Porsenijar Sulsel 2026. Guru Seni SMP Negeri 2 Baroko itu menjadi salah satu harapan Enrekang di kategori solo putri.

Bersama Rusmin, ia menjalani latihan rutin untuk memperkuat teknik vokal, penghayatan lagu, dan kepercayaan diri di atas panggung.

Bagi keduanya, Porsenijar bukan sekadar perlombaan seni antarguru, melainkan ruang pembuktian bahwa pendidik juga mampu menghadirkan inspirasi melalui bakat dan kreativitas.

Dari ruang kelas hingga panggung kompetisi, Rusmin Rosman dan Anggita Datulumuran kini membawa satu harapan yang sama: mempersembahkan medali emas untuk Enrekang di Porsenijar PGRI Sulawesi Selatan 2026 di Sidrap.***

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *