BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Pimpinan Cabang Muhammadiyah Allu menggelar kegiatan Baitul Arqam di MTs Muhammadiyah Kaluarrang, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa, baru-baru ini.
Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam penguatan ideologi, konsolidasi organisasi, serta peneguhan komitmen dakwah Muhammadiyah di tingkat cabang dan ranting.
Salah satu materi utama dalam Baitul Arqam tersebut adalah Revitalisasi Cabang dan Ranting Muhammadiyah yang dibawakan Sekretaris Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gowa, Dr Nur Riswandy Marsuki.
Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa cabang dan ranting merupakan ujung tombak gerakan Muhammadiyah. Terlebih di PDM Gowa yang saat ini memiliki 22 cabang dan 140 ranting.
Menurutnya, potensi besar tersebut harus dikelola secara sistematis dan progresif agar benar-benar menjadi kekuatan dakwah yang hidup dan dirasakan manfaatnya di tengah masyarakat.
“Revitalisasi tidak hanya dimaknai sebagai pembenahan struktur organisasi, tetapi juga mencakup penguatan ideologi, kaderisasi berkelanjutan, serta optimalisasi peran masjid dan amal usaha sebagai pusat pergerakan dan pelayanan umat,” ujarnya.
Ia menambahkan, jika cabang dan ranting hidup dan aktif, maka Muhammadiyah akan terus hadir sebagai gerakan Islam yang mencerahkan dan berkemajuan.
“Inilah yang kita dorong, bagaimana cabang dan ranting bisa masuk pada kriteria Unggul yang telah ditetapkan oleh LPCRPM PP Muhammadiyah,” tegasnya.
Melalui kegiatan Baitul Arqam ini, diharapkan lahir kader-kader yang militan, berintegritas, dan siap menggerakkan persyarikatan di tingkat akar rumput demi terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.


















