BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Prestasi akademik kembali dicatat oleh dosen Universitas Kristen Indonesia (UKI) Paulus Makassar, Prof. Apriana Toding, ST, M.EngSc, Ph.D, setelah dinobatkan sebagai The Winner of Innovation Award pada ajang Australian Alumni Awards 2026 yang diselenggarakan oleh Konsulat Jenderal Australia di Makassar.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian Australian Alumni Gala Dinner yang berlangsung di Hotel Rinra Makassar, Sabtu (24/1/2026). Prof. Apriana terpilih sebagai pemenang kategori Innovation, melalui proses nominasi publik yang melibatkan alumni Australia di Indonesia bagian timur.
Pada malam penganugerahan tersebut, Konsulat Jenderal Australia juga memberikan penghargaan kepada tiga alumni lainnya. Dr. Hj. Mernawati asal Jeneponto meraih Collaboration Partnership Award, Dr. Muhammad Roem dari Makassar dinobatkan sebagai Emerging Leader, sementara Community Award diberikan kepada Dr. Ariella Hana Sinjaya dari Makassar.
Ratusan alumni Australia dari berbagai daerah di Indonesia timur hadir dalam kegiatan ini, bersama perwakilan dunia usaha, Australia–Indonesia Youth Association, serta Indonesia Youth Diplomacy. Turut hadir Rektor Universitas Hasanuddin Prof Jamaluddin Jompa selaku Ketua Ikatan Alumni Australia (Ikama) Sulsel, serta Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis.
Konsul Jenderal Australia di Makassar, Todd Dias, menyampaikan apresiasinya atas kontribusi nyata para alumni Australia bagi pembangunan Sulawesi Selatan.
“Saya bangga karena lebih dari 600 warga Sulawesi Selatan pernah belajar di Australia dan kini berkontribusi besar di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, akademisi, hingga dunia usaha,” ujar Todd Dias.
Ia menegaskan, para penerima penghargaan tahun ini merupakan sosok inspiratif yang menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat.
“Semua alumni kami luar biasa, tetapi para pemenang ini menunjukkan kontribusi dan inovasi yang nyata,” tambahnya.
Bagi Prof. Apriana Toding, penghargaan ini menambah daftar pengakuan internasional yang ia raih dari Australia. Sebelumnya, pada 2023, ia menerima penghargaan dari Curtin University, Australia. Pada 2025, ia juga dipercaya menjadi narasumber talk show internasional Australia di Makassar.
Saat ini, Prof. Apriana menjabat sebagai Ketua Dewan Guru Besar UKI Paulus Makassar. Ia juga tercatat sebagai guru besar termuda di lingkungan LLDikti Wilayah IX Sultanbatara, setelah meraih gelar profesor pada usia 43 tahun, tepatnya pada 27 Oktober 2020.
Perempuan asal Toraja Utara ini lahir di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, pada 3 April 1977. Ia menyelesaikan pendidikan S1 Teknik di UKI Paulus Makassar (2000), lalu melanjutkan S2 dan S3 di Curtin University, Perth, Australia Barat, masing-masing pada 2005 dan 2014.
Selain kiprah akademik internasional, Prof. Apriana juga dikenal sebagai inovator nasional. Ia pernah menjadi pemenang Ide Terbaik INA IDEAthon 2020 yang diselenggarakan Kemenristek dan BRIN melalui karya inovasi berbasis IoT untuk mendukung pembelajaran jarak jauh di wilayah 3T pada masa pandemi Covid-19.
Penghargaan Innovation Award 2026 ini sekaligus menegaskan peran Prof. Apriana Toding sebagai akademisi perempuan yang konsisten menghadirkan inovasi dan kontribusi nyata, baik di tingkat nasional maupun internasional. ***


















