Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

Dua Bulan Jadi Plh Rektor, Prof Farida Patittingi Jaga Stabilitas dan Pacu Transformasi UNM

×

Dua Bulan Jadi Plh Rektor, Prof Farida Patittingi Jaga Stabilitas dan Pacu Transformasi UNM

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Selama dua bulan menjabat sebagai Pelaksana Harian (Plh) Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Dr Farida Patittingi, SH, MHum menjalani hari-hari kerja dengan agenda yang padat dan intens.

Sejak pagi hingga malam, aktivitas kepemimpinan Farida Patittingi diisi dengan rapat koordinasi, penguatan tata kelola, peninjauan layanan akademik, serta komunikasi lintas unit kerja untuk memastikan roda organisasi kampus tetap berjalan optimal.

Example 300x600

Pada fase awal kepemimpinannya, Farida Patittingi lebih banyak mendengar dan menyerap dinamika internal kampus. Ia mencermati laporan strategis, memetakan persoalan tata kelola, serta mengidentifikasi berbagai tantangan yang muncul di tengah masa transisi kepemimpinan.

Tak hanya bekerja dari balik meja, Farida Patittingi juga turun langsung ke lapangan. Ia memastikan layanan-layanan strategis universitas tetap berjalan baik, mulai dari proses akademik hingga administrasi. Koordinasi intensif dilakukan bersama pimpinan fakultas, lembaga, dan unit kerja demi menjaga stabilitas institusi.

UNM sebagai perguruan tinggi besar dengan ribuan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan memiliki kompleksitas tata kelola yang tinggi. Dalam konteks itu, Farida Patittingi memulai penataan dari penguatan integritas dan sistem perlindungan kampus.

Koordinasi diperkuat bersama Tim Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) UNM sesuai Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen menciptakan lingkungan kampus yang aman dan bermartabat.

Upaya tersebut juga didukung sinergi lintas sektor, mulai dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, hingga Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Polda Sulsel, Kejati Sulsel, dan Pemerintah Kota Makassar.

Dalam menjaga kondusivitas kampus, dukungan mahasiswa, khususnya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNM, dinilai memiliki peran penting. Farida Patittingi mengapresiasi dukungan BEM UNM dalam menjaga stabilitas akademik, ketertiban kampus, serta membuka ruang dialog yang sehat.

Selama 60 hari kepemimpinannya, Farida Patittingi juga memperkuat jejaring eksternal, terutama dengan Ikatan Alumni (IKA) UNM. Pertemuan dengan jajaran DPP IKA UNM dan tokoh-tokoh alumni menghasilkan perancangan sejumlah program kolaboratif.

Program tersebut mencakup beasiswa, program CSR, magang mahasiswa, penguatan jejaring alumni, hingga inisiasi dana abadi. Alumni diposisikan sebagai mitra strategis dalam pengembangan dan keberlanjutan UNM.

Perhatian pada aspek kemanusiaan juga menjadi bagian dari kebijakan kepemimpinan. UNM memberikan pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) serta bantuan biaya hidup selama satu semester awal bagi mahasiswa yang keluarganya terdampak banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah di Sumatera.

Kebijakan ini diambil sebagai bentuk respons cepat terhadap kondisi sosial dan psikologis mahasiswa pascabencana.

Di tingkat internal, Farida Patittingi mendorong percepatan transformasi melalui penguatan Zona Integritas (ZI). Sejumlah surat edaran diterbitkan, antara lain terkait pembatasan aktivitas kampus pada malam hari, larangan pungutan liar, serta peneguhan etika dan kepatuhan terhadap regulasi.

Pada bidang akademik dan riset, dosen dan peneliti UNM didorong lebih aktif mengajukan proposal penelitian dan menangkap peluang pendanaan. Riset diarahkan agar tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga menghasilkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.

Penguatan inkubator bisnis, dimulai dari tingkat fakultas, menjadi salah satu strategi mendorong hilirisasi riset dan pengembangan kewirausahaan berbasis inovasi.

Selama 60 hari tersebut, stabilitas kampus tetap terjaga. Komunikasi yang terbuka dan kepemimpinan yang dialogis dinilai mampu menumbuhkan kembali kepercayaan sivitas akademika di tengah dinamika transisi.

Menjelang akhir 2025, Farida Patittingi mengapresiasi capaian UNM yang diraih melalui kerja kolektif sivitas akademika. Di antaranya, UNM meraih predikat Perguruan Tinggi Informatif dalam keterbukaan informasi publik versi Komisi Informasi Pusat RI serta meraih empat piala pada ajang Anugerah Diktisaintek 2025.

Meski tantangan tetap ada, pendekatan kepemimpinan yang tenang, kolaboratif, dan berbasis kerja nyata dinilai memberi arah yang jelas. Dengan fondasi tersebut, UNM diharapkan terus menguat sebagai perguruan tinggi berorientasi internasional, unggul dalam riset dan inovasi, serta berdampak bagi pembangunan pendidikan nasional. (*)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *