BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda, L. Amrih Jinangkung, resmi menyerahkan Surat Kepercayaan kepada Willem-Alexander di Istana Noordeinde, Den Haag, Rabu (25/2).
Penyerahan kredensial tersebut menandai pengakuan resmi Kepala Negara Kerajaan Belanda atas mandat Amrih sebagai wakil Pemerintah Republik Indonesia di negeri tersebut.
Prosesi berlangsung khidmat sesuai tata upacara kenegaraan Kerajaan Belanda. Duta Besar tiba di istana menggunakan kereta kenegaraan yang dikawal pasukan berkuda Royal Netherlands Marechaussee Mounted Brigade.
Upacara diawali dengan penyambutan resmi di halaman istana, dilanjutkan dengan pengumandangan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta pemeriksaan barisan kehormatan.
Selanjutnya, Duta Besar memasuki ruang kredensial untuk menyerahkan Surat Kepercayaan secara langsung kepada Raja Willem-Alexander. Momen tersebut menjadi simbol dimulainya secara resmi tugas diplomatik Amrih di Belanda.
Dalam pertemuan seusai prosesi, Amrih menyampaikan salam hangat Presiden Republik Indonesia sekaligus menegaskan komitmen untuk terus memperkuat hubungan bilateral kedua negara. Pembicaraan berlangsung dalam suasana hangat dan mencerminkan relasi Indonesia–Belanda yang semakin matang.
“Penyerahan Surat Kepercayaan ini menandai secara resmi penugasan saya untuk mendorong kemitraan yang lebih konkret dan berdampak. Indonesia siap memperkuat kolaborasi ekonomi berkelanjutan, inovasi, dan kerja sama strategis lainnya dengan Belanda,” ujar Amrih.
Hubungan bilateral yang kokoh, sejajar, saling menghormati, serta saling menguntungkan telah digariskan dalam deklarasi Kemitraan Komprehensif. Kedua negara juga telah menyepakati Plan of Action sebagai panduan pelaksanaan deklarasi tersebut.
Belanda merupakan salah satu mitra utama Indonesia di kawasan Eropa. Ke depan, KBRI Den Haag akan menindaklanjuti momentum ini melalui berbagai agenda, mulai dari pertemuan tingkat tinggi hingga penguatan kerja sama di bidang ekonomi, pembangunan, pendidikan, kebudayaan, dan kekonsuleran.
Langkah tersebut diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi kepentingan nasional serta masyarakat kedua negara.
Jejak Karier
Amrih merupakan pejabat karier di Kementerian Luar Negeri. Ia lahir di Kulon Progo, 18 Juli 1967.
Berdasarkan penelusuran Tribun, Amrih menyelesaikan pendidikan menengah di SMA Kolese De Britto Yogyakarta. Ia kemudian meraih gelar sarjana hukum dari Universitas Gadjah Mada dan melanjutkan studi di Cornell Law School, Amerika Serikat.
Dalam perjalanan diplomatiknya, Amrih pernah bertugas di KBRI Den Haag dan KBRI Wina, Austria. Ia juga pernah menjalankan penugasan di KBRI Washington DC, Amerika Serikat.
Penugasan dalam negeri yang pernah diemban antara lain sebagai Direktur Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional Kementerian Luar Negeri.
Penugasan di Belanda, Amrih untuk kedua kalinya menjabat sebagai Duta Besar. Sebelumnya, pada 2020–2022, ia dipercaya sebagai Duta Besar RI untuk Takhta Suci Vatikan. ***


















