Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
SosialSosial

FGD “Pappaseng Ri Ati’” Digelar di Makassar, Upaya Selamatkan Petuah Leluhur Bugis dari Kepunahan

×

FGD “Pappaseng Ri Ati’” Digelar di Makassar, Upaya Selamatkan Petuah Leluhur Bugis dari Kepunahan

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Upaya pelestarian nilai-nilai kearifan lokal Bugis kembali diperkuat melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Pappaseng Ri Ati’: Pendokumentasian dan Pelestarian Petuah Bugis sebagai Warisan Budaya Takbenda” yang digelar di Hotel Aryaduta Makassar, Kamis 5 Maret 2026.

Kegiatan yang dimulai pukul 15.30 WITA ini mengangkat tema “Sinergi Akademisi, Tokoh Adat, dan Komunitas Budaya Bugis” sebagai langkah memperkuat kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya Bugis.

Example 300x600

Ketua Pelaksana kegiatan, Prof. Dr. H. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum, menjelaskan bahwa Pappaseng merupakan warisan budaya takbenda masyarakat Bugis yang berisi petuah, nilai moral, etika, serta filosofi hidup yang selama ini diwariskan secara turun-temurun melalui tradisi lisan.

Namun dalam konteks kekinian, kata dia, keberadaan Pappaseng menghadapi berbagai tantangan serius.

“Terjadi penurunan praktik tradisi lisan, minimnya literasi aksara lontarak, serta ketergantungan pada ingatan para tetua adat sebagai penjaga nilai. Jika tidak dilakukan langkah dokumentasi dan edukasi, maka ada risiko keterputusan transmisi nilai antar generasi,” ujarnya.

Menurutnya, arus globalisasi dan modernisasi juga turut menggeser praktik tradisi lisan di tengah masyarakat. Sementara jumlah tetua adat sebagai penjaga nilai semakin terbatas dan dokumentasi sistematis terhadap Pappaseng masih sangat minim.

“Karena itu diperlukan intervensi edukatif dan dokumentatif agar warisan budaya ini tidak mengalami kepunahan kultural,” jelasnya.

Pada tradisi Bugis, Pappaseng memuat berbagai nilai luhur yang menjadi pedoman hidup masyarakat, di antaranya Lempuk (kejujuran), Warani (keberanian), Reso (kerja keras), Sipakatau (saling menghargai), serta Asseding-seddingeng (gotong royong).

Melalui FGD ini diharapkan lahir rekomendasi strategis dalam upaya pendokumentasian dan revitalisasi nilai-nilai Pappaseng.

Program tersebut merupakan bagian dari Program Dana Indonesiana yang fokus pada pelestarian warisan budaya.

Tahap awal program akan dimulai pada Maret hingga April 2026 yang mencakup proses persiapan dan perencanaan kegiatan.

Sejumlah output yang ditargetkan dari tahap awal ini antara lain dokumen rencana kerja, kerangka produksi film dokumenter, penyusunan buku tentang Pappaseng, penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kemitraan dengan TVRI, serta penetapan daftar narasumber yang akan terlibat dalam program pelestarian budaya tersebut.

Melalui kolaborasi antara akademisi, tokoh adat, dan komunitas budaya, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memastikan nilai-nilai luhur Pappaseng tetap hidup dan relevan bagi generasi masa depan.

Pada FGD ini, turut hadir Rektor Unismuh Makassar, Dr. Ir. H Abd Rakhim Nanda, MT, IPU. Nampak hadir peserta FGD antara lain ; Prof Dr. Dra. Munirah, M.Pd; Prof Dr Eny Satriana, S.Pd, M.Pd, Prof Dr Abd Rahman Rahim, M.Hum, Prof Dr Nulina Subair, M.Si, Dr. Nasrun Syahrir, S.Pd,M.Pd, Dr. Andi Baetal Muqaddas, S.Pd, M.Sn, , Dr. Andi Adam, S.Pd., M.Pd, Dr. Arief Muhsin, S.Pd., M.Pd , Dr. Muhammad Akhir, S.Pd,M.Pd,  Dr. Muhammad Yahya, M.Si, Dr. Aco Karumpa, M.Pd, Dr. HM.Agus, S.Pd, M.Pd, Muh Tahir, S.Pd, M.Pd,  Rahman Syah SE, MM, Eric Alamsyah,  Dr. Muh. Alka, S.Pd., M.Pd., Dr Syahban Nur. s.Pd, M.Pd dan undangan lainnya. ***

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *