BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Unismuh Makassar melalui Sustainable Waste Solutions Centre (SWSC) berkolaborasi dengan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) menggelar kegiatan sosialisasi pengelolaan limbah bertajuk “Kreasikan Limbah Jadi Wirausaha Hijau”. Kegiatan ini berlangsung di Teater I-Gift, Lantai 2 Menara Iqra Unismuh Makassar, Kamis 23 Oktober 2025 pukul 13.00–16.00 WITA.
Acara yang dipandu oleh supervisor Dr. Fatmawati A. Mappasere, M.Si., ini menghadirkan kelompok mahasiswa KKP Angkatan 31 Kelompok 21 dan 22 FISIP, yakni Aldi, Aditya, Haswila, Adeputri, Nurhikmah, Ahmad Nur, dan Herpina. \
Lebih dari 100 peserta hadir, termasuk civitas akademika, perwakilan Majelis Lingkungan Hidup ‘Aisyiyah Sulsel, BUMDes Pattallassang Gowa, serta Program Studi Kependudukan Universitas Negeri Makassar (UNM).
Kegiatan ini menyoroti pentingnya bank sampah dan rumah kompos sebagai kunci penggerak gerakan kampus hijau dan ekonomi sirkular.
Empat narasumber hadir memberikan materi inspiratif tentang potensi ekonomi dari pengelolaan limbah. Direktur Pusat Unit Tanggung Jawab Mutu (PUTM) Unismuh sekaligus Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Dr. KH. Abbas Baco Miro, Lc., M.A., membuka acara dengan menekankan nilai spiritual dalam pengelolaan sampah.
“Mengelola sampah bukan sekadar tugas sosial, tetapi juga ibadah yang berpahala. Ini wujud nyata dari nilai rahmatan lil alamin dan amanah khalifah di bumi,” ujarnya, mengaitkan prinsip Muhammadiyah dengan gerakan peduli lingkungan.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Dr. Helmy Budiman, S.STP., M.M., memaparkan bahwa Kota Makassar menghasilkan sekitar 860 ton sampah per hari, dengan 50 persen di antaranya merupakan sampah organik seperti sisa makanan.
“Sampah bukan lagi sekadar urusan kebersihan, tapi juga potensi ekonomi yang inovatif dan berkelanjutan. Dengan kreativitas, limbah bisa menjadi sumber penghasilan sekaligus solusi ekologis,” ungkapnya.
Helmy juga memberikan apresiasi kepada SWSC sebagai bentuk dukungan terhadap visi Makassar Hijau, sembari mencontohkan pabrik daur ulang lokal yang telah menembus pasar nasional bahkan internasional. Ia memperkenalkan Makassar Eco Circular (MEC) Hub sebagai wadah kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan limbah.
Ketua SWSC Unismuh, Dr. Fatmawati A. Mappasere, M.Si., menjelaskan bahwa meski baru dua bulan berdiri, SWSC telah memiliki bank sampah aktif.
“SWSC berfungsi sebagai laboratorium edukasi pengelolaan limbah, tempat mahasiswa belajar mengubah sampah menjadi nilai ekonomi sekaligus amal sosial,” jelasnya.
Sedangkan Prof. Syamsia, S.P., M.Si., membawakan sesi praktik pembuatan kompos dari sampah organik rumah tangga. Ia mendemonstrasikan langkah sederhana mengubah limbah dapur menjadi pupuk berkualitas dan mengajak ibu rumah tangga serta pelaku UMKM untuk ikut berpartisipasi.
“Kami siap membimbing masyarakat agar limbah dapur bisa menjadi sumber daya yang bermanfaat,” tuturnya.
Kegiatan semakin interaktif dengan demonstrasi alat pemilah sampah dan timbangan digital yang memicu antusiasme peserta. Sorakan “SWSC! Hijaukan Kampus Kita! Unismuh Berkemajuan!” menggema di akhir sesi sebagai bentuk semangat bersama menuju kampus hijau berkelanjutan.
Ketua panitia kegiatan dari mahasiswa KKP FISIP, Widia Astuti, mengungkapkan rasa bangga atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Acara ini menjadi pengalaman berharga bagi kami untuk membangun kesadaran kolektif mahasiswa agar berkontribusi nyata terhadap lingkungan,” ucapnya.
SWSC yang berlokasi di Ruang L2 Gedung LT Menara Iqra Unismuh Makassar kini terbuka untuk umum. Pusat ini diharapkan menjadi wadah inspiratif bagi civitas akademika dan masyarakat luas untuk memadukan ilmu, iman, dan ekonomi hijau demi terciptanya kampus yang berkemajuan dan berkelanjutan. (nurhikmah).


















