BERITASEMBILAN.Com-Sinjai. Haerullah Yusuf, S.Pd., M.Pd., Gr, merupakan sosok pendidik muda yang menginspirasi di Kabupaten Sinjai. Lahir di Sinjai, 29 Maret 1994, ia dikenal sebagai guru seni musik dengan segudang prestasi di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.
Sejak kecil, Haerullah telah bercita-cita menjadi pendidik. “Melihat sosok teladan guru-guru saya membuat saya ingin berkontribusi di dunia pendidikan. Terlebih orang tua saya juga seorang guru,” ungkapnya.
Haerullah merupakan lulusan dari SMAN 1 Sinjai Barat pada 2009, ia melanjutkan studi S1 Pendidikan Sendratasik di Universitas Negeri Makassar, disusul S2 Pendidikan Seni Musik di Universitas Pendidikan Indonesia Bandung.
Saat menjadi mahasiswa, Haerullah aktif di berbagai organisasi seperti Paduan Suara Pinisi Choir UNM, Pitch Choir UNM, Teater Kampus, hingga Himpunan Mahasiswa Sulawesi Selatan Lamacca di UPI Bandung.
Ragam prestasi pun diraih, antara lain Juara 3 Lomba Nyanyi Solo Pekan Seni Mahasiswa Daerah Sulsel 2014, Juara 1 Festival Paduan Suara Internasional di Vietnam kategori Folklore 2015, hingga tampil sebagai Duta Gita Bahana Nusantara pada HUT RI ke-75 di Istana Negara.
Haerullah mengawali Karier pengabdiannya sebagai guru pada 2018 di UPTD SMPN 6 Sinjai, Haerullah kini mengajar di UPTD SMPN 1 Sinjai. Ia juga pernah menjadi dosen luar biasa di Universitas Muhammadiyah Sinjai dan mendirikan PKBM Bulu Salaka serta Wijadihaer Music Course sebagai wadah belajar musik bagi generasi muda.
Di dunia profesional, ia meraih Juara 1 Lomba Nyanyi Solo Porseni PGRI Sulsel 2019 dan Juara 2 Vokal Grup Porseni PGRI Sulsel 2023.
Sebagai Koordinator Kesenian PGRI Kabupaten Sinjai dan Ketua MGMP Seni, Haerullah menunjukkan dedikasi tinggi. Pada Konferensi PGRI Sinjai baru-baru ini, penampilan paduan suara yang dipimpinnya memukau peserta.
“Latihan hanya delapan kali, tapi keseriusan dan komitmen tim menjadi kunci. Saya juga menciptakan lagu khusus untuk acara itu,” jelasnya.
Bagi Haerullah, PGRI bukan hanya wadah profesi, melainkan rumah kebersamaan para pendidik. “Kecintaan pada dunia pendidikan, komitmen solidaritas, dan integritas profesionalisme adalah daya tarik PGRI bagi saya,” tandasnya.***