Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Opini Buku

Kelong Pendidikan Religius (3):  Dua Kekuatan Saling Berpengaruh

×

Kelong Pendidikan Religius (3):  Dua Kekuatan Saling Berpengaruh

Share this article
Example 468x60
Oleh: Bahaking Rama
Dosen Unismuh Makassar
BERITASEMBILAN. Com. Pada dasarnya, manusia lahir dalam keadaan fitrah, suci-bersih. Di dalam QS, Asy-Syams, 91 :8, dikemukakan, bahwa setelah Allah menjelaskan penciptaan jiwa yang sempurna.
Allah memberikan  pula kemampuan kepada jiwa tersebut untuk memahami dan memilih antara jalan keburukan (fujur) dan jalan ketakwaan (taqwa).
Untuk mempermudah mesyarakat memahami ajaran Islam tentang ketakwaan dan keburukan (haq dan batil) ini, maka ulama (tupanrita) memberi perumpamaan, bahwa  jalan kebaikan dan keburukan  (yang saling berpengaruh di dalam jiwa manusia itu), diibaratkan sebagai sumur, sebagai mana  kelong berikut.
ᨑᨘᨕᨕᨗ ᨅᨘᨂᨘ  ᨆᨈᨗᨑᨗ  /
ᨔᨘᨙᨒᨅ ᨙᨒᨅ ᨍᨙᨙᨊᨊ  /
ᨈᨙᨙᨑᨕ ᨆᨗᨍᨚ  /
ᨊᨗᨄᨗᨑᨎᨘ ᨀᨘᨆᨈᨙᨙᨊ  .
-Ruai Bungung Mattinri (ada dua buah sumur saling berdampingan),
-Silemba-lemba Je’ne’na (airnya saling melimpah Antara sumur yang satu dengan yang lain dan saling mempengaruhi, haq dengan batil),
-Terea minjo (air yang manakah),
-Nipira’nyu’ kumate’ne (aku pilih untuk digunakan cuci muka (membersihkan diri)  supaya hidup bahagia dan selamat dunia-akhirat.
Nilai pendidikan dalam kelong ini, antara lain, 1) perkuat iman untuk memilih jalan ketaqwaan dan hindari pengaruh hawa nafsu untuk meninggalkan jalan keburukan atau fujur, kedzaliman, 2)
Ambillah ajaran kebenaran (al haq) dan hindari jalan keburukan (fujur) 3) ambil jalan kebenaran  supaya kehidupan tetap suci atau fitrah dan memberi kebahagiaan.
 Perhatikan firman Allah dalam QS. Ar-Rum, 30:30 yang Terjemahnya:
“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada Agama Allah, tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu, Tidak ada perubahan pada fitrah Allah, Itulah agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak  mengetahui.”
QS. Asy-Syams, 91:8 yang terjemahnya:
“maka Allah  mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.”
Orang yang memilih jalan kebenaran (al-haq) dan meninggalkan jalan keburukan (al-bathil) di dalam kehidupannya, maka jiwanya menjadi tenang (tidak gelisah). Mereka yang jiwanya tenang itulah, di akhrat akan dipanggil Allah masuk surga bersama golongan hamba-Nya yang saleh.  Perhatikan juga QS. Al-Fajr, 89: 27-30 yang terjemahnya:
“Hai jiwa yang tenang.  Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku. Masuklah ke dalam surga-Ku.”
Kelong di atas, juga mempunyai versi lain, yaitu tentang memilih jodoh.
Seorang pemuda harus memilih salah seorang dari dua orang gadis untuk menjadi isterinya. Dua sumur yang berdampingan (ᨑᨘᨕᨕᨗ ᨅᨘᨂᨘ ᨆᨈᨗᨑᨗ)   dalam kelong ini  diibartkan sebagai dua orang gadis.
Kedua orang gadis ini, mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Gadis manakah yang menjadi pilihan sebagai isteri supaya  hidupnya bahagia dalam rumah tangga, mawaddah wa rahmah.
Artinya, seorang pemuda perlu mempertimbangkan banyak hal dalam memilih calon isteri, supaya nanti hidupnya bahagia.
Dalam sebuah Hadis Nabi Muhammad Saw yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, menunjukkan empat kriteria utama untuk memilih calon isteri, yakni: harta, nasab (keturunan), kecantikan, dan agama.
Kriteria terpenting adalah memilih yang taat beragama, karena akan membawa keberuntungan dan kebahagiaan.
Ini memberi petunjuk, bahwa setiap perempuan perlu mempelajari, memahami, dan mengamalkan agama Islam sebagai kriteria utama menjadi isteri. Semoga.
Jln. Bonto Tangnga no. 35  Pao-pao,  Jum’at  3 Ramadan 1447 H / 20 Pebruari 2026 M.***
Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *