Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Opini Buku

Kelong Pendidikan Religius (9): Amalan Kebaikan dan Kejahatan Kembali pada Diri Sendiri.

×

Kelong Pendidikan Religius (9): Amalan Kebaikan dan Kejahatan Kembali pada Diri Sendiri.

Share this article
Example 468x60

Oleh: Bahaking Rama

Dosen Unismuh Makassar

Example 300x600

Allah SWT memerintahkan manusia supaya berbuat baik kepada orang lain maupun lingkungan sekitar. Manusia dilarang membuat kerusakan karena merusak berarti kejahatan.

Hal ini dijelaskan dalam QS. Al-Qashas,28 :77 yang terjemahnya  “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu  berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak  menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan,”

Supaya ajaran berbuat baik dapat dipahami dengan mudah oleh masyarakat, maka ulama (tupanrita) mengajarkannya melalui kelong berikut.

ᨄᨘᨊ ᨅᨍᨗᨀᨗ ᨕᨄᨙᨈ /

ᨑᨗᨄᨑᨈ ᨑᨘᨄ ᨈᨕᨘ  /

ᨀᨅᨍᨗᨀᨊ  /

ᨆᨂᨙ ᨈᨚᨍᨗ ᨑᨗᨀᨒᨙᨈ

– Punna bajiki ampeta ( kalau kita berbuat baik)

– Riparanta rupa tau (kepada sesama manusia)

– Kabajikanna (manfaat kebaikan itu)

– Mange tonji rikalenta (kembali kepada diri sendiri)

Nilai pendidikan dalam kelong di atas Antara lain; 1) perintah perlunya berbuat baik,  2) manusia harus selalu berbuat baik karena tidak ada orang yang mau diperlakukan tidak baik.

Artinya, kalau ada yang berbuat tidak baik, pasti menimbulkan masalah. Masalah itu bisa saja berdampak pada kerusakan hubungan social di masyarakat. 3) Mengajarkan bahwa orang yang berbuat baik kepada sesama maupun kepada lingkungan atau alam, maka kebaikan itu pasti akan kembali kepada dirinya sendiri.

Rasulullah dalam hadisnya yang diriwayatkan oleh At-Thabrany menjelaskan, bahwa Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain (Khairunnas anfa’uhum linnas). Kebaikan setiap orang pada hakikatnya  akan menjadi kebaikan diri sendiri. Sebaliknya, orang yang berbuat jahat, maka kejahatan itu akan kembali kepada diri sendiri.

Hal ini dijelaskan Allah SWT  dalam QS. Al- Isra’, 17: 7 yang terjemahnya  “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri,…”

Dijelaskan juga dalam QS. Fusilat, 41: 46 yang terjemahnya.  “Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barang siapa mengerjakan kejahatan, maka (dosanya) untuk dirinya sendiri, dan sekali-kali tidaklah  Tuhanmu menganiaya hamba-hamba-Nya.”

Orang yang berbuat baik akan disenangi dan dimuliakan orang lain. Ia akan banyak teman dan akan mendapat kebaikan dari teman-temannya. Perbanyaklah teman (silaturrahmi) dengan jalan berbuat baik, karena bersilaturrahmi akan murah rezki dan panjang umur.

Hal ini dijelaskan oleh Rasulullah SAW dalam hadis yang diriwaytkan oleh, Bukhari dan Muslim, yang artinya: “Barang siapa yang  ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali siklaturrahmi.”   Semoga.

Jln. Bonto Tangnga no. 35 Pao-pao, Kamis, 9 Ramadan 1447 H / 26 Pebruari 2026 M.

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *