BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Ketua STIE AMKOP Makassar, Dr. Gunawan, SE., M.Si, mendapat kehormatan menjadi penguji eksternal pada ujian promosi doktor Program Studi Ilmu Administrasi Publik Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (UNM), Rabu, 18 Februari 2026.
Ujian promosi doktor tersebut digelar di Ruang AD Lantai 5 Pascasarjana UNM dengan promovendus Ratu Noorita, S.Pd., M.M. yang mempertahankan disertasi berjudul “Kompetensi Tour Leader dalam Pelayanan Publik Sektor Pariwisata Berbasis Artificial Intelligence (AI): Studi di Sulawesi Selatan.”
Sidang promosi dipimpin oleh Rektor UNM dengan para penguji yakni; Prof Dr, Wahira, M.Pd (Koporomotor 1 Wakil Direktur I Pasca UNM), Prof Dr Andi Kasmawati, H.Hum (Ketua Program Studi), Prof Dr Haedar Akib, M.Si (Promotor), Prof Dr Jasruddin, M.Si (Kopromotor II), Prof Dr Arismunandar, M.Pd, Dr. Heriyati Yatim, M.Sn, Dr. Suarlin, S.Pd, M.si (masing-masing penguji internal dan Dr. Gunawan, SE M.Si (penguji eksternal).
Pada disertasinya, Ratu Noorita menyoroti urgensi peningkatan kompetensi tour leader sebagai bagian dari pelayanan publik di sektor pariwisata, terutama dalam menghadapi era digital dan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI). Penelitian ini mengambil lokus di Sulawesi Selatan, daerah dengan potensi wisata yang terus berkembang.
Sidang berlangsung dinamis dengan diskusi akademik yang mendalam, terutama terkait integrasi teknologi AI dalam pelayanan publik, kesiapan sumber daya manusia, serta implikasi kebijakan bagi pemerintah daerah.
Ketua STIE AMKOP, Dr Gunawan kepada media Rabu 18 Pebruari 2026 mengatakan, mengaku bangga dan terhormat atas kepercayaan yang diberikan Pascasarjana UNM kepada dirinya sebagai penguji eksternal.
“Ini adalah pengalaman pertama menjadi penguji eksternal di Pascasarjana UNM. Tentu sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab akademik yang besar. Saya melihat kualitas disertasi yang dipertahankan sangat relevan dengan perkembangan pelayanan publik berbasis teknologi, khususnya di sektor pariwisata,” ujarnya.
Menurutnya, topik yang diangkat promovendus sangat kontekstual dengan tantangan global saat ini. “Integrasi Artificial Intelligence dalam kompetensi tour leader bukan hanya soal teknologi, tetapi juga tentang adaptasi, etika pelayanan, dan penguatan kapasitas SDM. Saya menilai penelitian ini memiliki kontribusi strategis, baik secara akademik maupun praktis bagi pemerintah daerah di Sulawesi Selatan,” tambahnya.***


















