BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Aisyiyah Manggala Makassar menggelar Tabligh Akbar dan Pengajian Umum dalam rangka Milad ke-113 Muhammadiyah, Sabtu (20/12/2025), di Masjid Nurul Iman Pannara, Kecamatan Manggala, Makassar.
Tabligh akbar ini dihadiri ratusan warga persyarikatan Muhammadiyah juga turut dihadiri Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Makassar periode 2022–2027, KH Said Abd Shamad, LC, MA, beserta jajaran pengurus. Hadir pula Ketua PCM Manggala pada masanya Dr Ir H Saleh Molla, MM, serta Ketua PCA Manggala Dra Murniati Gassing.
Tabligh akbar yang mengusung tema “Solidaritas Ummat dan Kepedulian Lingkungan sebagai Pilar Mitigasi Bencana” ini menghadirkan Wakil Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Prof. Dr. H. Abdul Qadir Gassing, M.S., sebagai penceramah utama.
Pada tausiyahnya, mantan Rektor UIN Alauddin Makassar periode 2011–2015 itu menyoroti fenomena “dosa ekologis” sebagai penyebab utama berbagai bencana alam yang melanda Indonesia.
Prof Qadir Gassing mengungkapkan, banjir bandang yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat hingga menelan lebih dari 1.000 korban jiwa, merupakan dampak akumulatif dari kerusakan lingkungan yang telah berlangsung lama.
“Penyebab utamanya ada tiga, yakni pembukaan lahan sawit, perusakan hutan, dan pertambangan. Ketiganya membawa akibat dan petaka besar bagi masyarakat,” tegasnya.
Dia menekankan bahwa penebangan pohon sejatinya boleh dilakukan, namun harus disertai penanaman kembali dan pembiayaan pemeliharaan hingga pohon tersebut tumbuh besar.
“Pohon tua berdiameter satu meter itu butuh ratusan tahun untuk tumbuh. Kalau ditebang tanpa tanggung jawab, dampaknya sangat fatal,” ujarnya.
Lebih jauh, Prof Qadir mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan di sejumlah daerah seperti Morowali dan Papua sudah menunjukkan gejala serupa dengan yang terjadi di Sumatera.
“Cepat atau lambat, bencana serupa akan hadir jika eksploitasi alam terus dilakukan secara serakah,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya membedakan antara kebutuhan dan keinginan, agar manusia tidak terjebak pada sifat rakus dalam mengeksploitasi alam.
“Rezeki dari Allah SWT itu seharusnya dibagi tiga: sepertiga untuk keluarga, sepertiga untuk sedekah, dan sepertiga lagi untuk menjaga alam,” pesannya.
Sementara itu, Ketua PCM Manggala, Muh Ali H, S.Ag, M.Pd.I, dalam sambutannya melaporkan perkembangan organisasi Muhammadiyah di tingkat ranting yang rutin menggelar pengajian, serta pengajian bulanan tingkat cabang yang dilaksanakan secara bergilir.
Ia juga mengungkapkan bahwa PCM Manggala tengah merintis pendirian Sekolah Dasar Islam Terpadu (SD IT) Muhammadiyah di Pusat Dakwah dan Pendidikan Muhammadiyah (Pusdim) Cabang Manggala, yang berlokasi di Borong Jambu, Makassar.
“Di wilayah Manggala cukup banyak TK dan PAUD Muhammadiyah yang setiap tahun meluluskan alumni. Ini menjadi potensi besar bagi kehadiran SD IT Muhammadiyah,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, LAZISMU Makassar juga menyerahkan bantuan kepada 100 guru mengaji yang tersebar di Kota Makassar.
Menutup rangkaian kegiatan, panitia menggalang donasi pembangunan Gedung Pusdim dan SD IT Muhammadiyah Manggala, dengan total dana yang terkumpul sebesar Rp 5.650.000.
Kegiatan berlangsung lancar berkat kerja panitia yang solid di bawah koordinasi Ketua Panitia Ridwan, SE, dan Sekretaris Darul Aksah, ST.
Tabligh akbar ini turut dihadiri Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Makassar periode 2022–2027, KH Said Abd Shamad, LC, MA, beserta jajaran pengurus. Hadir pula Ketua PCM Manggala pada masanya Dr Ir H Saleh Molla, MM, serta Ketua PCA Manggala Dra Murniati Gassing. ***


















