BERITASEMBILAN.Com-Bantaeng. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bantaeng diperkirakan akan menurunkan sekitar 2.000 guru untuk meramaikan ajang Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (PORSENIJAR) PGRI Sulsel yang dijadwalkan berlangsung awal Juli 2026 di Sidrap.
Jumlah tersebut merupakan hasil konsolidasi dan koordinasi intensif yang dilakukan pengurus PGRI Bantaeng bersama seluruh cabang dan ranting di wilayah tersebut.
Ketua PGRI Kabupaten Bantaeng, Drs. Samsud Samad, M.M, kepada media awal April 2026 mengungkapkan bahwa ribuan guru tersebut akan hadir tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai pendukung bagi atlet yang berlaga.
“Diperkirakan sekitar 2.000 guru anggota PGRI dari Bantaeng akan ikut meramaikan PORSENIJAR. Mereka berasal dari 18 cabang dan 96 ranting yang tersebar di seluruh wilayah Butta Toa,” ujarnya.
Dia menjelaskan, keikutsertaan dalam jumlah besar bukanlah hal baru bagi PGRI Bantaeng. Pada pelaksanaan PORSENI PGRI Sulsel sebelumnya, seperti di Kabupaten Soppeng dan Luwu Timur, Bantaeng juga dikenal aktif mengirimkan atlet sekaligus rombongan pendukung dalam jumlah signifikan.
Saat ini, para atlet dari Bantaeng tengah menjalani latihan intensif sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi. Berdasarkan pemetaan kekuatan, sejumlah cabang lomba yang diharapkan mampu menyumbang medali antara lain Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), lomba mendongeng, serta ikrar guru.
Lebih lanjut, Samsud menegaskan bahwa PORSENIJAR bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan juga menjadi ruang strategis untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas guru.
“PORSENIJAR bukan hanya tentang perlombaan, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi, meningkatkan profesionalisme, serta menumbuhkan sportivitas dan kesehatan jasmani maupun rohani para guru,” jelasnya.
Dia berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah pengembangan potensi diri para pendidik, sekaligus memperkuat solidaritas antarguru di Sulawesi Selatan.
“Kami berharap melalui kegiatan ini akan lahir guru-guru yang tidak hanya profesional, tetapi juga kreatif, sehat, serta mampu mendorong terciptanya ekosistem pendidikan yang lebih baik,” pungkasnya.***


















