BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Kontingen PGRI Kota Makassar kembali memasang target tinggi pada ajang Pekan Olahraga, Seni, dan Kreativitas Pembelajaran (PORSENIJAR) PGRI Sulawesi Selatan 2026 yang akan digelar di Kabupaten Sidrap.
Target tersebut bukan tanpa alasan. PGRI Makassar bertekad mengulang prestasi gemilang saat tampil sebagai juara umum pada Porseni PGRI Sulsel 2023 di Soppeng.
“Seluruh pengurus dan panitia sepakat menargetkan juara umum pada PORSENIJAR 2026,” ujar Ketua PGRI Kota Makassar, Dr Pantja Nur Wahidin, S.Pd., M.Pd, kepada media, Ahad (12/4/2026).
Kesepakatan itu diambil dalam rapat persiapan kontingen menuju PORSENIJAR yang digelar pada Sabtu (11/4/2026).
Sebagai informasi, pada Porseni PGRI ke-VI yang berlangsung 24–28 Juli 2023 di Soppeng, kontingen PGRI Kota Makassar tampil dominan dengan meraih 7 medali emas, 1 perak, dan 1 perunggu sekaligus mengunci gelar juara umum.
Sementara itu, kontingen tuan rumah PGRI Kabupaten Soppeng harus puas sebagai runner-up dengan perolehan 4 emas, 2 perak, dan 2 perunggu.
Untuk menghadapi PORSENIJAR 2026, para atlet dan peserta lomba PGRI Makassar dijadwalkan mulai menjalani pemusatan latihan pada April 2026 di bawah arahan pelatih masing-masing cabang.
“Kami berharap seluruh atlet bisa tampil maksimal, meraih kemenangan, dan mengharumkan nama PGRI Makassar,” tambah Pantja.
Menariknya, pada pelaksanaan PORSENIJAR kali ini, setiap cabang lomba diberikan kebebasan untuk merancang sendiri defile kontingen saat pembukaan acara. Hal ini diharapkan dapat menambah semarak dan kreativitas dalam seremoni pembukaan.
Selain sebagai ajang kompetisi, PORSENIJAR juga memiliki manfaat strategis bagi para guru yang tergabung dalam PGRI. Kegiatan ini menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat solidaritas antarpendidik dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan, katamya.
Melalui cabang olahraga dan seni yang dipertandingkan, para peserta tidak hanya mengasah kemampuan dan bakat, tetapi juga menjaga kebugaran fisik serta keseimbangan mental di tengah padatnya aktivitas sebagai tenaga pendidik. Hal ini penting untuk menunjang kinerja guru agar tetap produktif dan kreatif dalam menjalankan tugas di sekolah.
PORSENIJAR juga menjadi wadah pengembangan potensi dan kreativitas guru, khususnya dalam bidang seni dan budaya. Ajang ini mendorong lahirnya inovasi serta ekspresi kreatif yang dapat diimplementasikan dalam proses pembelajaran di kelas.
Kegiatan ini turut menumbuhkan semangat sportivitas, kerja sama tim, serta jiwa kompetitif yang sehat di kalangan anggota PGRI. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat ditransfer kepada peserta didik sebagai bagian dari pendidikan karakter.
PORSENIJAR tidak hanya menjadi ajang perlombaan semata, tetapi juga berperan sebagai sarana pembinaan, penguatan organisasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan PGRI. ***


















