Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Ragam

PODSI Sulsel Tinjau Pantai Bajoe Bone, Diproyeksikan Jadi Arena Dayung Porprov 2026

×

PODSI Sulsel Tinjau Pantai Bajoe Bone, Diproyeksikan Jadi Arena Dayung Porprov 2026

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Bone. Pengurus Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Sulawesi Selatan melakukan survei rencana arena pertandingan cabang olahraga dayung di Kabupaten Bone, Ahad, 8 Februari 2026. Kunjungan ini sekaligus meninjau kesiapan dan dukungan organisasi PODSI Bone dalam menyongsong Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulsel XVIII 2026.

Rombongan PODSI Sulsel yang melakukan kunjungan kerja tersebut terdiri dari Sekretaris PODSI Sulsel,  Suarman, S.Pd., M.Pd, Bendahara Dr. H. Muliono Caco, M.Kes., MM, serta pengurus harian Suting Jafar.

Example 300x600

Setibanya di Bone, rombongan diterima Ketua PODSI Bone Ir. Andi Bahtiar Malla bersama Sekretaris Umum KONI Bone Mukhlis Amin. Selanjutnya, rombongan diajak meninjau langsung rencana lokasi arena lomba dayung di Pantai Bajoe, tepatnya di kawasan jembatan menuju Pelabuhan Feri Bajoe.

Ketua PODSI Bone Ir. Andi Bahtiar Malla menjelaskan, Pantai Bajoe dinilai sangat mendukung pelaksanaan berbagai nomor lomba dayung. Namun, pelaksanaan lomba nantinya perlu menyesuaikan waktu perlombaan dengan kondisi pasang surut air laut, khususnya pada September 2026.

“Untuk akomodasi atlet dan kontingen, dapat memanfaatkan rumah-rumah warga yang berada di sekitar arena maupun hotel-hotel yang jumlahnya cukup banyak di Bone,” ujarnya.

Ia menambahkan, rencana lintasan lomba akan dimulai dari ujung jembatan hingga pangkal jembatan menuju Pelabuhan Bajoe. Dengan skema tersebut, penonton dapat menyaksikan pertandingan secara langsung dari sisi jembatan.

“Panjang jembatan sekitar 1,2 kilometer dan itu sudah memenuhi standar panjang lintasan lomba dayung,” jelasnya.

Sekretaris PODSI Sulsel, Suarman, menilai Pantai Bajoe sebagai lokasi yang strategis dan representatif untuk arena lomba dayung Porprov Sulsel XVIII 2026. Menurutnya, posisi arena yang berada di sisi jalan dan jembatan memudahkan akses penonton, atlet, maupun ofisial.

“Dari sisi teknis, kedalaman air, arus gelombang, serta kondisi pasang surut cukup mendukung stabilitas permukaan air saat perlombaan. Mobilisasi atlet dan peralatan juga relatif mudah karena lokasi arena persis berada di pinggir jalan,” katanya.

Senada dengan itu, Bendahara PODSI Sulsel Dr. H. Muliono Caco menyebut Pantai Bajoe sangat representatif untuk menggelar lomba dayung. Meski demikian, pihaknya tetap akan melakukan kajian lanjutan terkait kondisi pasang surut, ombak, dan arus air selama pelaksanaan Porprov pada September 2026.

“Semuanya perlu dihitung secara cermat agar pelaksanaan lomba berjalan aman dan optimal,” ujarnya.

Sebelumnya, PODSI Sulsel juga telah melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Wajo pada Ahad–Senin, 14–15 Desember 2025. Kunjungan tersebut bertujuan meninjau kesiapan arena serta dukungan organisasi PODSI Wajo dalam penyelenggaraan cabang olahraga dayung.

Rombongan PODSI Sulsel saat itu dipimpin Sekretaris PODSI Sulsel Suarman bersama Bendahara Dr. H. Muliono Caco dan pengurus harian Suting Jafar. Mereka diterima langsung Ketua PODSI Wajo Drs. H. Jasman Juanda, M.Si, didampingi Sekretaris Umum Muhammad Haris Sultan, S.Pd., M.Pd.

“Hasil kunjungan lapangan di Wajo dan Bone akan kami plenokan dalam rapat PODSI Sulsel. Selanjutnya, hasil pleno tersebut akan diserahkan kepada KONI Provinsi Sulawesi Selatan sebagai bahan penetapan resmi,” pungkas Suarman.

Porprov Sulsel XVIII 2026 diharapkan menjadi ajang pembinaan atlet daerah sekaligus momentum peningkatan prestasi olahraga Sulawesi Selatan di tingkat nasional.

Diketahui, Ketua Umum PODSI Sulsel periode 2025–2029 saat ini dijabat oleh Dr. H. Alimuddin, S.H., M.H., M.Kn. (sunardi)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *