Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

Presiden Prabowo Kumpulkan Rektor se-Indonesia, Tekankan Peran Strategis Perguruan Tinggi Dorong Riset dan Industri Nasional

×

Presiden Prabowo Kumpulkan Rektor se-Indonesia, Tekankan Peran Strategis Perguruan Tinggi Dorong Riset dan Industri Nasional

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar Taklimat Presiden Republik Indonesia dengan Rektor serta Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta Tahun 2026, Kamis (15/1/2026), di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta.

Taklimat tersebut dihadiri sekitar 1.200 undangan, yang terdiri atas rektor, pimpinan perguruan tinggi, serta guru besar dari perguruan tinggi negeri maupun swasta di seluruh Indonesia.

Example 300x600

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan agenda resmi Presiden Prabowo dalam kapasitasnya sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, untuk berdiskusi serta menyampaikan pandangan strategis kepada para pemangku kepentingan sektor pendidikan.

“Ini bagian dari agenda Bapak Presiden sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, untuk berdiskusi menyampaikan pandangan-pandangan beliau, update terhadap kondisi negara kita, kondisi geopolitik, serta rencana-rencana besar yang harus kita kerjakan ke depan,” ujar Prasetyo kepada awak media.

Menurutnya, pertemuan ini menjadi bagian dari komunikasi intensif Presiden dengan berbagai elemen bangsa, khususnya dunia pendidikan tinggi.

“Oleh karena itulah Bapak Presiden melakukan banyak komunikasi dengan berbagai pihak, dan hari ini kebetulan jadwalnya berdiskusi serta membangun komunikasi dengan para rektor dan guru besar, baik dari perguruan tinggi negeri maupun swasta,” lanjut Prasetyo.

Prasetyo menambahkan, dalam sepekan terakhir Presiden Prabowo memberi perhatian besar pada penguatan sektor pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan nasional, sejalan dengan agenda besar pemerintah mewujudkan swasembada pangan dan swasembada energi.

Adapun substansi pembahasan mencakup berbagai isu strategis pendidikan tinggi, salah satunya percepatan pemenuhan kebutuhan tenaga dokter nasional.

“Diskusi ini juga sudah dimulai oleh Kementerian Dikti Saintek, misalnya terkait bagaimana kita mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter, karena berdasarkan data kita masih kekurangan hampir di atas 100 ribu dokter,” ungkapnya.

Selain itu, Presiden juga menaruh perhatian pada peningkatan kualitas perguruan tinggi, mulai dari penguatan sumber daya dosen, sarana dan prasarana, hingga keberlanjutan pembiayaan operasional kampus.

“Pemerintah sedang menghitung bagaimana universitas-universitas ini dapat maju dan berkualitas, namun tidak memberatkan dari sisi pembiayaan bagi masyarakat maupun mahasiswa,” imbuh Prasetyo.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo secara khusus mendorong perguruan tinggi untuk memperkuat riset dan inovasi yang berorientasi pada pembangunan industri nasional dan peningkatan pendapatan negara.

“Bapak Presiden meminta riset dan inovasi diarahkan untuk membangun industri dan mengangkat pendapatan negara. Di era sekarang, pahlawan bangsa adalah mereka yang mampu melakukan inovasi dan terobosan nyata,” ujar Brian.

Ia menambahkan, Presiden juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan persatuan agar penguasaan sains dan teknologi dapat terus berkembang dan memberikan dampak nyata bagi bangsa.

“Riset dan teknologi harus berjalan beriringan dengan industri-industri yang memang dibutuhkan oleh bangsa kita,” jelasnya.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo berharap para guru besar dan pimpinan perguruan tinggi dapat menjadi pahlawan bangsa melalui penciptaan terobosan industri berbasis sains dan teknologi.

“Pada akhirnya bisa menciptakan industri-industri besar di Indonesia yang mampu meningkatkan pendapatan negara,” kata Brian.

Presiden juga menyinggung rencana pembukaan 18 proyek hilirisasi industri oleh Danantara yang membutuhkan dukungan sumber daya manusia unggul, riset, dan inovasi dari perguruan tinggi.

“Ini momentum besar. Perguruan tinggi harus mengambil peran yang signifikan dalam menghasilkan SDM unggul, riset, dan inovasi untuk pembangunan nasional,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan konkret, pemerintah akan menambah alokasi dana riset dan inovasi hingga Rp4 triliun bagi seluruh perguruan tinggi di Indonesia.

“Ini bukti bahwa Bapak Presiden memberikan amanat besar kepada perguruan tinggi, para peneliti, dan guru besar untuk berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa ke depan,” tandas Brian.

Taklimat ini menegaskan visi Presiden Prabowo Subianto bahwa Indonesia tidak hanya kaya akan sumber daya alam, tetapi juga unggul dalam mengolahnya melalui ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi anak bangsa.***

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *