Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Ragam

Prof Dr Arismunandar: Sulsel Darurat Pendidikan, Akreditasi Sekolah Masih Rendah

×

Prof Dr Arismunandar: Sulsel Darurat Pendidikan, Akreditasi Sekolah Masih Rendah

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof. Dr. H. Arismunandar, M.Pd, menyampaikan kondisi kritis dunia pendidikan di Sulsel dalam acara Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Badan Akreditasi Nasional Pendidikan dan Madrasah (BAN-PDM) Sulsel, yang digelar pada Sabtu, 14 Maret 2026. Pada pemaparannya, Prof. Arismunandar menegaskan bahwa saat ini Sulsel berada dalam kondisi “Darurat Pendidikan,” dengan angka akreditasi satuan pendidikan yang sangat rendah.

Berdasarkan data terbaru dari Dewan Pendidikan Sulsel pada 2024, angka akreditasi untuk berbagai tingkat pendidikan di Sulsel menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Akreditasi untuk Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI) hanya mencapai 13,82%, sementara untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTS) sebesar 20,11%. Sekolah Menengah Atas (SMA)/Madrasah Aliyah (MA) tercatat 28,37%, dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) hanya 16,09%. Untuk Sekolah Luar Biasa (SLB), angka akreditasinya mencapai 21,43%. Rata-rata akreditasi satuan pendidikan di Sulsel berada di angka 19,96%, sebuah angka yang jauh di bawah harapan.

Example 300x600

Menurut Prof. Arismunandar, mayoritas sekolah/madrasah di Sulsel masih berstatus akreditasi B, yang menunjukkan bahwa banyak sekolah belum memenuhi standar nasional pendidikan. Hanya sedikit yang memperoleh akreditasi A, yang menunjukkan mutu pendidikan yang lebih tinggi. Selain itu, sejumlah kabupaten di Sulsel bahkan hanya memiliki persentase sekolah terakreditasi A yang sangat kecil, bahkan di bawah 10%.

Peran Dewan Pendidikan Sulsel dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan

Prof. Arismunandar menjelaskan, Dewan Pendidikan Sulsel berperan penting dalam mendukung perbaikan kualitas pendidikan melalui beberapa fungsi utama. Pertama, Dewan Pendidikan bertindak sebagai advisory agency, memberikan pertimbangan dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan. Kedua, mereka berperan sebagai supporting agency, baik dari sisi finansial, pemikiran, maupun tenaga, untuk menyukseskan penyelenggaraan pendidikan. Ketiga, Dewan Pendidikan juga berfungsi sebagai controlling agency, memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan pendidikan.

Selain itu, Dewan Pendidikan juga menjadi mediator antara pemerintah (eksekutif) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dengan masyarakat, menciptakan sinergi untuk memajukan pendidikan di Sulsel.

Indikator Mutu dan Pemerataan Pendidikan di Sulsel

Dewan Pendidikan Sulsel juga berfokus pada pengembangan indikator mutu pendidikan, di antaranya adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM), hasil asesmen kompetensi nasional seperti literasi dan numerasi, serta hasil akreditasi sekolah/madrasah. Selain itu, angka pengangguran juga menjadi indikator penting dalam mengevaluasi kualitas pendidikan di Sulsel.

Sementara itu, pemerataan pendidikan juga menjadi perhatian utama, dengan Dewan Pendidikan memantau angka partisipasi kasar (APK) untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), angka partisipasi murni (APM) di SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA, serta perguruan tinggi. Data tentang angka anak tidak sekolah (ATS) dan angka buta huruf (ABH) juga menjadi indikator penting dalam mengevaluasi sejauh mana pendidikan di Sulsel sudah merata.

Peran Organisasi Mitra dalam Mendukung Akreditasi

Selain Dewan Pendidikan, sejumlah organisasi mitra seperti Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS), dan Komite Sekolah turut memiliki peran besar dalam mendukung proses akreditasi. Organisasi-organisasi ini terlibat dalam pendampingan teknis melalui workshop dan simulasi akreditasi bagi guru dan kepala sekolah. Mereka juga memainkan peran penting dalam berbagi praktik terbaik (best practice) antar sekolah yang sudah terakreditasi A dengan sekolah yang masih dalam proses akreditasi.

Tak hanya itu, organisasi mitra juga berperan dalam mobilisasi sumber daya, khususnya Komite Sekolah yang aktif menggalang partisipasi orang tua untuk membenahi lingkungan sekolah agar memenuhi standar kenyamanan dan keamanan. Selain itu, mereka juga menyarankan tenaga ahli untuk membantu penyusunan dokumen kurikulum dan manajemen sekolah.

Tantangan dan Harapan

Dalam menghadapi tantangan ini, Prof. Arismunandar berharap kolaborasi antara Dewan Pendidikan, organisasi mitra, serta masyarakat dapat meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan di Sulsel. Meskipun kondisi saat ini cukup memprihatinkan, langkah-langkah strategis seperti peningkatan akreditasi dan pembenahan sistem pendidikan diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi dunia pendidikan di Sulsel.

Dengan kerjasama yang erat antara berbagai pihak, diharapkan pendidikan di Sulsel dapat segera keluar dari status darurat dan mencapai standar kualitas yang memadai bagi generasi penerus bangsa.

 

 

 

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *