Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

Prof ST Sabahannur Dikukuhkan sebagai Guru Besar UMI, Tekankan Hilirisasi Kakao Menuju Daya Saing Global

×

Prof ST Sabahannur Dikukuhkan sebagai Guru Besar UMI, Tekankan Hilirisasi Kakao Menuju Daya Saing Global

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar kembali menambah jajaran guru besar. Prof. Dr. Ir. ST St. Sabahannur, M.P., resmi dikukuhkan sebagai Profesor/Guru Besar Bidang Kepakaran Teknologi Hasil Perkebunan, dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa yang digelar di Auditorium Al-Jibra, Kampus 2 UMI, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Selasa (23/12/2025).

Pengukuhan tersebut dihadiri pimpinan universitas, senat akademik, sivitas akademika, serta undangan dari berbagai kalangan. Pengukuhan  ini menjadi penanda penting kontribusi akademik Prof Sabahannur dalam pengembangan ilmu dan teknologi hasil perkebunan, khususnya komoditas kakao.

Example 300x600

Pada pidato penerimaan jabatan guru besar berjudul “Prospek Pengembangan Kakao Indonesia: Dari Hulu hingga Hilir Menuju Keberlanjutan dan Daya Saing Global”, Prof Sabahannur menegaskan bahwa industri kakao nasional saat ini berada pada titik balik yang krusial.

Dia mengakui adanya tantangan serius berupa penurunan produksi biji kakao mentah. Namun, kondisi tersebut justru membuka peluang besar bagi Indonesia untuk bertransformasi dari sekadar produsen bahan baku menjadi penghasil produk kakao bernilai tambah tinggi.

“Penurunan volume produksi tidak harus dimaknai sebagai kemunduran, jika diimbangi dengan strategi peningkatan nilai tambah melalui pengolahan kakao menjadi cokelat dan produk derivatif berkualitas,” ujarnya.

Prof Sabahannur memaparkan sejumlah temuan penting, di antaranya perlunya pergeseran strategi dari orientasi volume ke nilai, dengan menitikberatkan pada hilirisasi dan diversifikasi produk kakao.

Menurutnya, teknologi pengolahan kakao yang dimiliki Indonesia, mulai dari fermentasi hingga produksi cokelat, merupakan aset strategis yang dapat menjadi keunggulan kompetitif di pasar global.

Selain itu, aspek keberlanjutan juga dinilai sebagai kebutuhan sekaligus peluang. Ia menyebut konsumen dunia kini semakin memperhatikan produk yang berkelanjutan dan beretika, sehingga Indonesia berpeluang memosisikan diri sebagai produsen kakao yang bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan.

“Integrasi hulu dan hilir menjadi solusi. Petani tidak hanya berhenti sebagai produsen biji kakao, tetapi didorong menjadi bagian dari rantai nilai industri cokelat,” jelasnya.

Dia juga menekankan pentingnya penelitian dan inovasi berkelanjutan, baik dalam pengembangan varietas unggul, teknologi pengolahan, maupun penciptaan produk-produk kakao inovatif guna menjaga daya saing Indonesia di pasar internasional.

Prof. Dr. Ir. ST St. Sabahannur, M.P., lahir di Salaka, Kabupaten Takalar, 20 Desember 1965. Ia merupakan dosen tetap yang dipekerjakan pada Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian UMI, dengan status penugasan dari LLDIKTI Wilayah IX. Saat ini, ia menyandang pangkat Pembina Utama Muda (IV/c).

Riwayat pendidikannya dimulai dari S1 Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin (1988), kemudian S2 Teknologi Hasil Pertanian Universitas Brawijaya Malang (1999), dan S3 Ilmu Pertanian Universitas Hasanuddin (2015). Ia juga telah menyelesaikan Pendidikan Profesi Insinyur (PPI) UMI pada tahun 2023.

Pengukuhan Prof Sabahannur diharapkan semakin memperkuat peran UMI dalam pengembangan riset dan inovasi sektor pertanian dan perkebunan, khususnya dalam mendorong hilirisasi kakao nasional menuju industri yang berkelanjutan dan berdaya saing global.***

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *