Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

Rektor PTS Turut Hadir Salat Idul Fitri di Unismuh Makassar, Hujan Tak Halangi Antusias Jamaah

×

Rektor PTS Turut Hadir Salat Idul Fitri di Unismuh Makassar, Hujan Tak Halangi Antusias Jamaah

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com, MAKASSAR — Ribuan jamaah memadati Balai Sidang Muktamar dan Masjid Subulussalam Al Khoory Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar untuk menunaikan Salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah, Jumat (20/3/2026).

Sejak subuh, hujan deras mengguyur Kota Makassar. Meski demikian, antusiasme masyarakat tidak surut untuk datang berbondong-bondong ke kampus Unismuh.

Example 300x600

Awalnya, pelaksanaan Salat Id direncanakan berlangsung di pelataran kampus. Namun karena hujan tak kunjung reda, kegiatan dipindahkan ke dalam masjid dan Balai Sidang Muktamar.

Jamaah yang hadir tidak hanya berasal dari Kota Makassar, tetapi juga dari Kabupaten Gowa dan sejumlah daerah lainnya di Sulawesi Selatan.

Sejumlah pimpinan Unismuh Makassar turut hadir, di antaranya Rektor Unismuh Makassar, Dr Ir H Abd Rakhim Nanda, jajaran wakil rektor, dekan, dosen, hingga karyawan.

Selain itu, jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan juga terlihat hadir, di antaranya Ketua PWM Sulsel Prof Ambo Asse dan Wakil Ketua PWM Dr Ir H Muh Syaiful Saleh.

Sejumlah tokoh nasional dan daerah ikut menghadiri pelaksanaan Salat Id tersebut, seperti Anggota DPR RI Dr Ashabul Kahfi, mantan Bupati Enrekang Muslimin Bando, serta anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dan DPRD Kota Makassar.

Beberapa pimpinan perguruan tinggi swasta juga tampak hadir, di antaranya Rektor Universitas Muhammadiyah Palu Prof Dr H Rajindra, SE, MM; Rektor Universitas Muhammadiyah Sinjai (UMSi), Prof. Dr. Umar Congge, S.Sos., M.Si, serta Rektor Universitas Prof Dr HM Arifin Sallatang (UNPAS) Bantaeng Dr Drs Nasrullah, M.Si., M.Kom dan pimpinan perguruan tinggi swasta lainnya.

Momentum Kembali ke Fitrah

Rektor Unismuh Makassar, Abd Rakhim Nanda, mengatakan Idulfitri bukan sekadar penanda berakhirnya Ramadan, tetapi menjadi momentum kembali ke fitrah.

“Idulfitri adalah hari kemenangan setelah umat Islam berjuang melawan hawa nafsu. Ini bukan sekadar kembali makan, tetapi kembali pada kehidupan yang lebih baik dan lebih suci,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh umat Islam menjadikan Idulfitri sebagai ajang mempererat ukhuwah, saling memaafkan, serta membangun kehidupan sosial yang harmonis.

Perbedaan Hari Raya Dinilai Dinamika

Terkait perbedaan penetapan hari raya, ia menilai hal tersebut sebagai bagian dari dinamika pemahaman keagamaan.
Menurutnya, perbedaan muncul akibat metode yang digunakan dalam menentukan awal bulan Hijriah.

“Perbedaan ini bukan persoalan, justru menunjukkan dinamika berpikir. Ke depan, dialog keagamaan yang dipadukan dengan kemajuan ilmu pengetahuan diharapkan bisa menemukan titik temu,” jelasnya.

Ia menambahkan, Muhammadiyah tahun ini telah menerapkan kalender Hijriah global tunggal dengan satu matla’ sehingga penentuan 1 Syawal berlaku seragam di seluruh dunia.

Khutbah: Taqwa dan Akhlak Jadi Kunci

Sementara itu, khatib Salat Id, Ustadz Mawardi Pewangi, dalam khutbahnya menekankan pentingnya taqwa sebagai fondasi akhlak mulia.

Ia mengingatkan bahwa ibadah puasa tidak berhenti pada aspek ritual, tetapi harus berdampak pada perilaku sehari-hari.
“Ibadah sejatinya mendekatkan diri kepada Allah yang tercermin dalam hubungan baik dengan sesama manusia dan lingkungan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tantangan di era modern, termasuk penggunaan media sosial yang kerap memicu konflik dan penyebaran informasi yang tidak benar.

“Diperlukan benteng iman, ilmu, dan akhlak. Jangan sampai ibadah hanya menjadi rutinitas tanpa memberi dampak,” katanya.

Menurutnya, kualitas keimanan seseorang sangat ditentukan oleh akhlaknya. Karena itu, Idulfitri harus menjadi titik awal untuk meningkatkan kualitas diri.

Pelaksanaan Salat Idulfitri di Unismuh Makassar ini menjadi salah satu pusat kegiatan ibadah yang diikuti ribuan jamaah, sekaligus ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.***

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *