BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Universitas Islam Makassar (UIM) Al-Gazali kembali menegaskan komitmennya dalam penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), UIM Al-Gazali secara resmi mengusulkan sebanyak 105 proposal penelitian dan pengabdian masyarakat untuk Tahun Anggaran 2026.
Dari jumlah tersebut, 79 proposal merupakan penelitian, sementara 26 proposal lainnya adalah pengabdian kepada masyarakat. Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya dan mencerminkan tingginya partisipasi serta produktivitas dosen UIM dalam kegiatan akademik berbasis riset.
Sebagai perbandingan, pada Tahun Anggaran 2025 lalu, UIM Al-Gazali berhasil meloloskan 12 judul penelitian dan 14 judul pengabdian masyarakat yang memperoleh pendanaan. Capaian tersebut menjadi modal optimisme untuk meraih hasil yang lebih baik pada 2026.
Ketua LPPM UIM Al-Gazali, Dr. Suardi Bakri, kepada media Kamis 8 Januari 2026 menyampaikan rasa syukur sekaligus optimismenya atas peningkatan jumlah proposal yang diusulkan tahun ini.
Menurutnya, peluang proposal dosen UIM untuk mendapatkan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek semakin terbuka.
“Insya Allah, jumlah proposal yang didanai tahun ini akan meningkat, mengingat usulan yang masuk jauh lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Apalagi saat ini Universitas Islam Makassar telah masuk dalam cluster utama klasterisasi perguruan tinggi,” ujar Dr. Suardi Bakri.
Ia menjelaskan, meningkatnya minat dosen dalam menyusun proposal tidak terlepas dari dukungan kuat pimpinan universitas, khususnya Rektor UIM Al-Gazali.
Bahkan, Rektor secara khusus menginstruksikan LPPM untuk memberikan insentif kepada dosen yang aktif menyusun dan mengusulkan proposal penelitian maupun pengabdian.
Selain itu, LPPM UIM secara konsisten menggelar berbagai program peningkatan kapasitas dosen, seperti bimbingan teknis, workshop, dan pendampingan intensif penyusunan proposal, guna memastikan kualitas proposal yang diajukan mampu bersaing di tingkat nasional.
“Dorongan pimpinan universitas sangat besar. Rektor tidak hanya memotivasi, tetapi juga menginstruksikan pemberian insentif. Di sisi lain, kami terus menguatkan pendampingan agar proposal yang diajukan benar-benar berkualitas,” jelasnya.
Dr. Suardi menegaskan, seluruh proposal yang diusulkan telah melalui proses seleksi dan pendampingan yang ketat, sehingga memiliki relevansi tinggi dengan kebutuhan masyarakat dan pengembangan ilmu pengetahuan.
“Kami berharap proposal-proposal terbaik dari dosen UIM ini dapat memperoleh pembiayaan maksimal dari DPPM Kemendiktisaintek,” pungkasnya.
Melalui peningkatan jumlah dan kualitas proposal tersebut, Universitas Islam Makassar Al-Gazali menegaskan eksistensinya sebagai perguruan tinggi yang aktif, produktif, dan berkontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta pemberdayaan masyarakat berbasis riset berkelanjutan. Demikian Humas UIM Al-Gazali memberitakan. ***


















