BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali mencatatkan prestasi akademik dengan mengukuhkan tiga profesor dari berbagai disiplin ilmu, Selasa (23/12/2025). Penambahan tersebut, UMI kini memiliki 114 profesor, menjadikannya Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dengan jumlah profesor terbanyak di Indonesia.
Tiga profesor yang dikukuhkan masing-masing berasal dari Fakultas Pertanian dan Bioremediasi Lahan Tambang, yakni Prof. Nurliani dan Prof. St. Sabahannu, serta dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prof. Darwis Lannai.
Ketua Dewan Profesor UMI, Prof. Mansyur Ramly, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada Rektor UMI atas bertambahnya jumlah profesor. Ia juga mengajak seluruh profesor UMI untuk terus mengembangkan dan mengamalkan ilmu pengetahuan yang dimiliki.
“Visi UMI adalah melahirkan manusia yang berilmu amaliah, beramal ilmiah, berakhlak, dan berdaya saing tinggi,” ujar Prof. Mansyur.
Menurutnya, keberagaman disiplin ilmu para profesor UMI menjadi kekuatan penting dalam menjawab persoalan kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
“Untuk kemanusiaan dan kemaslahatan, kita cenderung pada pengembangan dan penyelesaian masalah berbasis multidisiplin, interdisiplin, bahkan transdisiplin. Di situlah pengembangan ilmu dapat menghadirkan kemaslahatan,” jelasnya.
Ucapan selamat juga disampaikan Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, Dr. Andi Lukman. Ia menilai pengukuhan profesor bukan sekadar capaian akademik, tetapi juga penegasan tanggung jawab intelektual, moral, dan sosial.
“Atas nama LLDIKTI Wilayah IX, kami menyampaikan selamat atas pengukuhan hari ini. Ini adalah bentuk pengakuan negara sekaligus kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan,” katanya.
Sementara itu, Rektor UMI Prof. Hambali Thalib mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas bertambahnya jumlah profesor di UMI. Menurutnya, pengukuhan profesor merupakan momen akademik yang agung sekaligus sarat dengan makna perenungan.
“Hari ini adalah hari akademik yang agung bagi UMI, tetapi juga hari perenungan. Pengukuhan profesor sejatinya bukan hanya pengakuan keilmuan, melainkan peneguhan amanah,” ujarnya.
Prof. Hambali menegaskan bahwa gelar profesor tidak mudah diraih karena membutuhkan perjuangan panjang. Karena itu, ia berharap gelar tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan umat dan bangsa.
“Profesor UMI tidak hanya cakap berbicara tentang teori yang dikuasainya, tetapi juga harus hadir menjawab realitas dan persoalan yang terjadi hari ini,” tandasnya.***


















