BERITASEMBILAN.Com-Gowa. Workshop makrame dan merajut digelar di Desa Taeng, Kabupaten Gowa, sebagai bagian dari pra-rangkaian Festival Bantarang Sungai Jeneberang 2026. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 2–4 Maret 2026, mulai pukul 15.30 WITA.
Workshop tersebut diikuti oleh sejumlah ibu rumah tangga dan warga setempat yang ingin mengenal keterampilan makrame dan merajut. Meski sebagian peserta baru pertama kali mengikuti kegiatan tersebut, antusiasme mereka terlihat sejak awal kegiatan berlangsung.
Fasilitator makrame, Lulu, menjelaskan bahwa teknik dasar makrame sebenarnya tidak terlalu sulit dipelajari, namun membutuhkan latihan yang berkelanjutan.
“Makrame ini gampang-gampang susah sebenarnya. Tapi kalau orang mau belajar pasti bisa, hanya saja tidak cukup dengan sehari,” ujar Lulu saat memperagakan cara membuat simpul dasar kepada peserta.
Dalam workshop tersebut, peserta diperkenalkan berbagai teknik simpul dasar yang kemudian dirangkai menjadi pola sederhana. Tangan-tangan peserta yang awalnya kaku perlahan mulai terbiasa mengikuti alur simpul.
Selain makrame, peserta juga mengikuti sesi merajut yang dipandu oleh fasilitator Linda. Dalam sesi ini, peserta belajar teknik dasar merajut menggunakan jarum dan benang.
Menurut Linda, merajut tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga melatih konsentrasi.
“Merajut menjadi sangat penting untuk melatih kefokusan mata dan otak. Perpaduan itu merupakan rajutan yang bakal terus dirawat dalam simpul ikatan,” kata Linda.
Kegiatan ini menjadi pengalaman baru bagi sebagian warga Desa Taeng, karena makrame dan merajut belum menjadi aktivitas yang umum dilakukan di lingkungan tersebut.
Melalui workshop ini, penyelenggara berharap keterampilan tersebut dapat dikenal lebih luas dan bahkan dikembangkan menjadi aktivitas kreatif masyarakat.
Selain menjadi ruang belajar, kegiatan ini juga menghadirkan suasana kebersamaan di antara peserta. Sambil belajar membuat simpul dan rajutan, para peserta saling berbagi cerita mengenai kehidupan sehari-hari hingga pengalaman mereka mengikuti workshop.
Kegiatan workshop ini terselenggara dengan dukungan Dana Indonesiana dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Direktur Festival Bantarang Sungai Jeneberang, Rimba, berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk bertumbuh dan berbagi pengalaman.
“Semoga kegiatan ini menjadi ruang tumbuh yang terus memberi warna untuk kita berbagi bersama pada Festival Bantarang Sungai Jeneberang,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya diperkenalkan pada keterampilan baru, tetapi juga diajak memperkuat kebersamaan menjelang pelaksanaan Festival Bantarang Sungai Jeneberang 2026.


















