Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Sosok

Wapres ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini, Ini Profilnya

×

Wapres ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini, Ini Profilnya

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Jakarta. Kabar duka menyelimuti Tanah Air. Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno, meninggal dunia pada Senin (2/3/2026) pagi.

Jenderal TNI (Purn) tersebut mengembuskan napas terakhirnya pada pukul 06.58 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto (RSPAD), Jakarta.

Example 300x600

Informasi wafatnya disampaikan oleh pengamat militer dan politikus Susaningtyas Nefo Handayani Kertapati melalui akun Instagram pribadinya.

“Assalamualaikum Wr Wb. Innalillahi wa inna ilaihi roji’uun. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’aafihi wafuanhu. Jenderal TNI (Purn) H Try Sutrisno bin Subandi, Wapres ke-6 RI meninggal dunia pada hari ini Senin (2/3/2026) di RSPAD jam 06.58 WIB,” tulisnya.

Jenazah almarhum dimandikan di rumah duka RSPAD sebelum dibawa ke kediamannya di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat. Pihak keluarga memohon doa serta keikhlasan untuk memaafkan segala kesalahan almarhum semasa hidupnya.

Kepergian Try Sutrisno bukan hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga bagi bangsa Indonesia. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh militer dan negarawan penting pada era Orde Baru.

Profil dan Perjalanan Karier

Try Sutrisno lahir di Surabaya, 15 November 1935. Ia tumbuh dalam keluarga sederhana yang membentuk karakter disiplin dan pekerja keras sejak usia muda.

Ketertarikannya pada dunia militer membawanya meniti karier panjang di lingkungan TNI Angkatan Darat. Karier militernya dimulai saat terlibat dalam penumpasan pemberontakan PRRI pada 1957. Pengalaman tersebut menjadi fondasi penting dalam perjalanan kepemimpinannya.

Seiring waktu, ia dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis di tubuh TNI AD. Pada 1978, ia menjabat sebagai Kepala Staf Kodam XVI/Udayana. Setahun kemudian, ia dipercaya menjadi Panglima Kodam IV/Sriwijaya.

Kariernya terus menanjak. Pada 1985, ia diangkat sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad). Kemudian pada periode 1986–1988, ia menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

Saat menjadi KSAD, Try Sutrisno menggagas pembentukan Badan Tabungan Wajib Perumahan TNI AD sebagai bentuk perhatian terhadap kesejahteraan prajurit.

Puncak karier militernya diraih ketika menjabat sebagai Panglima ABRI pada periode 1988–1993. Dalam masa kepemimpinannya, ia menghadapi berbagai dinamika keamanan nasional, termasuk penanganan Gerakan Pengacau Keamanan (GPK) di Aceh pada 1989.

Wakil Presiden ke-6 RI

Pada 1993, Try Sutrisno diangkat menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia keenam mendampingi Presiden Soeharto. Jabatan tersebut diembannya hingga 1998.

Sebelum menjabat sebagai wakil presiden, ia juga pernah menjadi ajudan Presiden Soeharto selama empat tahun. Pengalaman itu memberinya pemahaman mendalam mengenai tata kelola pemerintahan dan dinamika politik nasional.

Meski kerap muncul anggapan bahwa posisi wakil presiden saat itu lebih bersifat simbolis, latar belakang militer dan pengalaman strategisnya membuat Try Sutrisno tetap menjadi figur berpengaruh dalam pemerintahan.

Tetap Aktif Pasca Jabatan

Usai menyelesaikan masa tugasnya sebagai wakil presiden, Try Sutrisno tetap aktif dalam berbagai organisasi. Ia terpilih sebagai Ketua Persatuan Purnawirawan ABRI (Pepabri) periode 1998–2003.

Dalam perannya tersebut, ia dinilai mampu menjaga soliditas dan menyatukan unsur purnawirawan dari berbagai matra dalam satu wadah organisasi.

Selain itu, ia juga pernah dipercaya sebagai sesepuh partai di Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia.

Sosok Tegas dan Menjunjung Keluarga

Di balik karier panjangnya, Try Sutrisno dikenal sebagai pribadi yang menjunjung tinggi nilai keluarga. Ia menikah dengan Tuti Sutiawati dan dikaruniai tujuh orang anak.

Sebagai jenderal yang berkiprah pada era Orde Baru, ia dikenal luas sebagai sosok tegas dan disegani. Namun di sisi lain, ia juga menunjukkan komitmen terhadap kesejahteraan prajurit serta soliditas organisasi.

Selamat jalan, Jenderal. Bangsa ini mencatat pengabdian panjangmu untuk negeri. ***

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *