BERITASEMBILAN.Com-Sidrap. Sambutan Pemerintah Kabupaten Sidrap saat pelaksanaan rapat koordinasi persiapan Porsenijar PGRI Sulsel 2026 menuai apresiasi dari peserta yang hadir dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
Rapat koordinasi tersebut digelar pada Sabtu, 16 Mei 2026, di Gedung Saromase Kompleks SKPD Sidrap dan dihadiri pimpinan PGRI dari 24 kabupaten/kota se-Sulsel.
Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, bersama Wakil Bupati yang juga Ketua PGRI Sidrap, Nurkanaah, dinilai sangat ramah dan penuh empati dalam menyambut rombongan peserta rapat koordinasi.
Ketua PGRI Luwu Timur, H Sunarto, S.Pd., M.Si, kepada media pertengahan Mei 2026 mengatakan suasana penerimaan dan penyambutan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sidrap berlangsung sangat baik dan penuh kehangatan.
“Bupati Sidrap sangat welcome saat menerima rombongan PGRI dari berbagai daerah,” ujar Sunarto.
Menurutnya, dalam sambutannya Bupati Sidrap juga menjanjikan seluruh kontingen peserta Porsenijar 2026 yang tiba dan melapor kepada panitia akan mendapatkan telur dan beras sebagai ikon khas daerah tersebut.
Sunarto menilai janji tersebut menjadi catatan tersendiri dalam sejarah pelaksanaan Porseni maupun Porsenijar PGRI di Sulsel.
“Sepanjang yang kami ingat, mulai dari pelaksanaan di Gowa, Bantaeng, Barru, Luwu Timur hingga Soppeng, belum ada pemerintah daerah yang menjanjikan bantuan bahan konsumsi dasar bagi peserta kontingen,” katanya.
Ia menambahkan, apabila janji tersebut dapat direalisasikan dengan baik saat pelaksanaan nanti, maka Porsenijar Sidrap 2026 akan menjadi kenangan tersendiri bagi ribuan peserta yang mengikuti 22 mata lomba.
Selain menghadiri rapat koordinasi, tim Porsenijar PGRI Luwu Timur juga telah meninjau sejumlah lokasi pemondokan peserta.
Namun demikian, beberapa rumah pemondokan dinilai memiliki jarak yang cukup jauh dari lokasi pertandingan.
Di sisi lain, PGRI Luwu Timur menargetkan mampu menembus peringkat lima besar pada ajang Porsenijar PGRI Sulsel 2026 dengan mengikuti seluruh 22 cabang lomba yang dipertandingkan.
Persiapan atlet, seniman, dan peserta pembelajaran disebut telah dilakukan sejak lama melalui proses seleksi terbuka dan profesional.
“Seleksi dilakukan secara terbuka untuk menjaring guru-guru yang memiliki bakat dan keterampilan terbaik pada setiap mata lomba,” jelas Sunarto.
Ia mengatakan proses seleksi yang ketat menghasilkan formasi tim yang dinilai siap bersaing dan membawa nama baik PGRI Luwu Timur pada Porsenijar tahun ini.
Saat ini seluruh peserta yang lolos seleksi menjalani pemusatan latihan secara rutin dan teratur.
“Mereka menjalani latihan keras dengan harapan mampu meraih prestasi terbaik saat turun bertanding,” katanya.
“Peluang meraih prestasi cukup terbuka karena sebagian besar peserta masih muda dan memiliki semangat bertanding yang tinggi,” ujarnya.
Berdasarkan hasil Porseni PGRI Sulsel 2023 di Soppeng, kontingen PGRI Luwu Timur berada di posisi ke-17 perolehan medali dengan raihan tiga medali perak dan dua medali perunggu.
Pada Porsenijar 2026 di Sidrap, kontingen Luwu Timur bertekad meningkatkan capaian tersebut. ***


















