BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar khitanan massal dan donor darah sebagai bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-72 UMI dan Milad ke-34 Fakultas Kedokteran UMI, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di lingkungan kampus UMI itu dibuka langsung oleh Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, serta dihadiri Wakil Rektor IV, para Wakil Dekan IV di lingkungan UMI, dosen, tenaga kependidikan, dan masyarakat.
Pada sambutannya, Prof Hambali Thalib mengatakan khitan memiliki makna penting, baik dari sisi ajaran agama Islam maupun manfaat kesehatan.
Menurutnya, dalam perspektif agama, khitan merupakan sunnah yang telah dicontohkan sejak Nabi Ibrahim AS dan kemudian diteruskan oleh Nabi Muhammad SAW sehingga menjadi bagian penting dalam kehidupan umat Islam, khususnya laki-laki.
“Khitan bukan hanya menjalankan syariat, tetapi juga menjaga kesucian dalam beribadah. Dengan berkhitan, kebersihan organ tubuh lebih terjaga sehingga memudahkan seseorang menjaga kesucian dari najis ketika melaksanakan salat,” ujarnya.
Selain bernilai ibadah, lanjutnya, khitan juga memberikan manfaat medis karena membantu menjaga kebersihan organ reproduksi pria.
Pada kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Kedokteran UMI, Dr. dr. Nasruddin Mappewata, menjelaskan berbagai penelitian telah menunjukkan manfaat kesehatan dari tindakan khitan.
Ia mengatakan salah satu manfaat yang banyak dikaji adalah berkurangnya risiko penyakit pada organ reproduksi pria, termasuk kanker penis.
“Temuan-temuan ilmiah tersebut menunjukkan bahwa khitan memiliki manfaat kesehatan yang besar. Karena itu, saat ini bukan hanya umat Islam, tetapi juga sebagian masyarakat nonmuslim memilih melakukan khitan atas dasar pertimbangan medis,” katanya.
Kegiatan sosial tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat. Salah seorang orang tua peserta khitan, Abdul Rozak, mengaku sangat terbantu dengan program yang dilaksanakan UMI.
Ia menyampaikan terima kasih karena kegiatan tersebut meringankan beban keluarga, terutama bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi.
“Program seperti ini sangat membantu kami. Semoga UMI terus melaksanakan khitanan massal setiap tahun dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” ujarnya.
Selain khitanan massal, panitia juga menggelar aksi donor darah yang diikuti sivitas akademika UMI serta masyarakat dari Kota Makassar, Kabupaten Gowa, dan Kabupaten Takalar.
Wakil Dekan IV Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi, dan Pendidikan UMI, Ahdan, mengatakan kegiatan sosial tersebut merupakan bagian dari komitmen UMI untuk terus hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pelayanan kesehatan dan aksi kemanusiaan.
Menurutnya, rangkaian Milad ke-72 UMI tidak hanya menjadi momentum refleksi perjalanan institusi, tetapi juga menjadi wujud pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat melalui berbagai program sosial yang berdampak langsung. ***


















