MAKASSAR. Koordinator Kopertais Wilayah VIII Sulawesi, Maluku, dan Papua, Prof. Dr. H. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D., mengajak para wisudawan Universitas Muhammadiyah Makassar menjadi sarjana unlimited atau sarjana tanpa batas.
Pesan itu disampaikan Prof Hamdan saat membawakan sambutan pada Wisuda Sarjana, Profesi, Magister, dan Doktor Universitas Muhammadiyah Makassar di Balai Sidang Muktamar Unismuh Makassar, Sabtu, 20 Juni 2026.
Rektor UIN Alauddin Makassar tersebut menyebut wisuda kali ini terasa spesial karena dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd.
Menurut Prof Hamdan, kehadiran Wamendiktisaintek menjadi kehormatan tersendiri bagi Unismuh Makassar dan para wisudawan.
“Wisuda kali ini spesial karena dihadiri langsung Wakil Menteri. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi Unismuh Makassar dan seluruh wisudawan,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Prof Hamdan juga menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan, orang tua, dan keluarga yang hadir mendampingi putra-putrinya menyelesaikan pendidikan tinggi.
Ia turut mengapresiasi Unismuh Makassar yang dinilainya memiliki fasilitas gedung wisuda yang besar dan megah.
Prof Hamdan bahkan membandingkan pengalaman UIN Alauddin Makassar yang beberapa hari sebelumnya menggelar wisuda bagi 1.800 alumni dalam dua sesi karena keterbatasan kapasitas gedung.
“Unismuh punya tempat yang besar dan megah. UIN Alauddin kemarin wisuda 1.800 alumni harus dua kali pelaksanaan. Jadi kami harus berguru ke Unismuh bagaimana membangun tempat sebesar dan semegah ini,” katanya disambut tepuk tangan hadirin.
Penulis buku best seller Melawan Takdir itu kemudian memberi pesan khusus kepada para lulusan agar tidak berhenti belajar setelah meraih gelar sarjana, profesi, magister, maupun doktor.
Menurutnya, sarjana unlimited adalah lulusan yang tidak pernah kehabisan ide, selalu membuka diri terhadap ilmu baru, dan mampu melampaui batas-batas yang selama ini dianggap menghalangi.
“Sarjana unlimited itu sarjana tanpa batas. Sarjana yang tidak pernah kehabisan ide, tidak berhenti belajar, dan selalu membekali diri dengan ilmu pengetahuan,” tegasnya.
Prof Hamdan mengatakan, seorang sarjana tidak cukup hanya menguasai disiplin ilmu yang dipelajari di bangku kuliah.
Lulusan perguruan tinggi juga perlu memperluas wawasan dengan membaca berbagai bidang ilmu, mulai dari marketing digital, filsafat, logika, biografi tokoh, sirah nabawiyah, hingga kisah-kisah inspiratif dunia.
Ia mencontohkan biografi Nelson Mandela dan berbagai bacaan inspiratif lain yang dapat membentuk keluasan berpikir seorang sarjana.
“Sarjana tidak boleh berhenti pada ijazah. Ia harus terus membaca, belajar, dan memperkaya cara pandangnya,” ujarnya.
Di hadapan para wisudawan, Prof Hamdan juga menyinggung kisah-kisah inspiratif tentang orang-orang yang mampu melampaui keterbatasan.
Ia menyebut, sarjana unlimited adalah mereka yang mampu melebihi ekspektasi, tidak menyerah pada keadaan, serta menjadikan hidupnya sebagai inspirasi bagi orang lain.
“Sarjana no limit itu bukan sarjana yang menguasai segalanya, tetapi sarjana yang selalu melihat berbagai kemungkinan, celah, dan alternatif ketika orang lain hanya melihat garis pembatas,” katanya.
Prof Hamdan juga mengingatkan bahwa sarjana tanpa batas tidak sibuk membicarakan orang lain, tidak terjebak pada gosip, dan tidak hanya menjadi penonton peristiwa.
Menurutnya, sarjana sejati harus mampu naik kelas dalam cara berpikir, dari sekadar membicarakan orang dan kejadian, menuju pembicaraan tentang gagasan, solusi, dan ide-ide baru.
“Sarjana biasa sibuk membicarakan orang. Sarjana yang lebih baik membicarakan peristiwa. Tetapi sarjana unlimited bicara tentang ide-ide besar dan solusi,” jelasnya.
Ia berharap para alumni Unismuh Makassar mampu menjadi lulusan yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Bukan hanya sebagai pencari kerja, tetapi juga sebagai pencipta peluang, pembawa solusi, dan penggerak perubahan di tengah masyarakat.
“Jadilah sarjana yang menginspirasi. Sarjana yang selalu belajar, selalu berpikir, dan selalu memberi manfaat,” tutup Prof Hamdan.***


















