Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Sosok

Kerja Tulus dan Ikhlas, Kunci Serma TNI  Abd Salam Menjadi Babinsa yang Dicintai Warga Timbuseng Gowa

×

Kerja Tulus dan Ikhlas, Kunci Serma TNI  Abd Salam Menjadi Babinsa yang Dicintai Warga Timbuseng Gowa

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com. Di tengah kehidupan masyarakat Desa Timbuseng, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, nama Serma TNI  Abd Salam bukanlah sosok yang asing.

Bagi warga, Babinsa Desa Timbuseng itu bukan sekadar aparat TNI yang bertugas menjaga keamanan wilayah. Ia telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, hadir dalam berbagai aktivitas sosial, mulai dari gotong royong, pesta pernikahan, hingga melayat ketika ada warga yang berduka.

Example 300x600

Prinsip hidup yang selalu dipegangnya sederhana, yakni bekerja dengan tulus dan ikhlas.

“Kalau ingin disenangi masyarakat, kuncinya kerja tulus dan ikhlas. Kita harus selalu hadir di tengah warga, baik saat suka maupun duka,” kata Abd Salam kepada media Kamis siang 18 Juni 2026 di sela-sela, Pelatihan Media Edukasi Digital untuk Kampanye Pencegahan Stunting yang digelar Tim Pengabdi Program Kemitraan Masyarakat (PKM) LP3M Unismuh Makassar di Kantor Desa Timbuseng, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa.

Pria kelahiran Pakatto, 14 Agustus 1973 itu telah mengabdi sebagai Babinsa Desa Timbuseng selama kurang lebih tujuh tahun. Sebelum dipercaya menjalankan tugas pembinaan teritorial, ia lebih dulu bertugas di bidang intelijen Kodim.

Pengalaman tersebut menjadi modal berharga dalam membangun komunikasi dengan masyarakat yang menjadi wilayah binaannya.

Desa Timbuseng sendiri memiliki jumlah penduduk sekitar 6.000 jiwa yang tersebar di enam dusun, yakni Parasoe, Koccikang, Balangpapa, Palemba, Tamalate, dan Bollange.

Dalam menjalankan tugas, Abd Salam mengaku selalu mengedepankan komunikasi sosial sebagai sarana membangun kedekatan dengan warga.

Menurutnya, kedekatan tersebut sangat penting karena berbagai persoalan yang muncul di masyarakat dapat diketahui dan diselesaikan lebih cepat.

“Kalau kita dekat dengan masyarakat, informasi cepat kita dapat. Masalah sekecil apa pun bisa segera dicarikan solusi bersama,” ujarnya.

Tak hanya menjalin komunikasi dengan warga, Abd Salam juga aktif membangun sinergi dengan pemerintah desa, unsur Tripides, tokoh masyarakat, pemuda, bidan desa,  serta para kepala dusun dan tokoh masyarakat lainnya.

Kerjasama tersebut menurutnya menjadi kekuatan utama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di desa.

Salah satu persoalan sosial yang menjadi perhatian serius Abd Salam adalah kebiasaan mengonsumsi ballo atau minuman hasil fermentasi nira lontar yang masih ditemukan di beberapa wilayah.

Ia menilai, kebiasaan tersebut kerap menjadi pemicu berbagai tindak kriminal maupun gangguan keamanan.

“Awalnya hanya minum bersama, tetapi sering berujung pada perkelahian, pencurian, dan gangguan keamanan lainnya,” ungkapnya.

Karena itu, ia terus melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat, khususnya di wilayah yang dianggap rawan terhadap pengaruh minuman keras.

Meski demikian, Abd Salam tidak memandang pohon lontar semata sebagai sumber bahan baku ballo. Menurutnya, tanaman tersebut justru memiliki potensi ekonomi yang besar apabila diolah secara produktif.

Ia mendorong masyarakat untuk mengembangkan hasil sadapan lontar menjadi gula merah maupun tuak manis yang bernilai jual lebih tinggi dan tidak menimbulkan dampak sosial negatif.

“Kalau diolah dengan baik, hasilnya bisa menjadi sumber penghasilan masyarakat tanpa menimbulkan dampak sosial yang negatif,” katanya.

Kedekatan Abd Salam dengan masyarakat membuat dirinya kerap diundang dalam berbagai kegiatan warga. Bahkan, tidak sedikit masyarakat yang langsung menghubunginya ketika menghadapi persoalan di lingkungan sekitar.

Bagi Abd Salam, seorang Babinsa tidak boleh membatasi diri hanya pada jam kerja formal.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat dibangun melalui kehadiran, kepedulian, dan keteladanan yang dilakukan secara konsisten.

Kini, Abd Salam mulai menghitung masa pengabdiannya sebagai prajurit TNI. Suami Rahmawati yang tinggal di BTN Bumi Batara Mawang Permai, Kelurahan Biringloe, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa itu dijadwalkan memasuki masa purnatugas pada Agustus 2027.

Ayah dua putri tersebut mengaku tidak memiliki target besar menjelang masa pensiun. Ia hanya ingin menuntaskan amanah yang diberikan negara dengan sebaik-baiknya.

“Saya ingin tetap menjalankan tugas dengan baik sampai masa pensiun tiba. Yang terpenting adalah tetap bisa bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Baginya, jabatan dan pangkat suatu saat akan berakhir. Namun pengabdian yang dilakukan dengan ketulusan akan selalu hidup dalam ingatan masyarakat yang pernah merasakan manfaat kehadirannya. (ulla). ***

 

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *