BERITASEMBILAN.Com-Makassar. STIE AMKOP Makassar menyatakan kesiapannya menjadi perguruan tinggi koperasi melalui penguatan proses pendidikan dan pembelajaran pada program studi yang telah disiapkan.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua I Bidang Akademik STIE AMKOP Makassar, Dr. Siti Hatidja, SE., M.Pd, dalam kegiatan kuliah umum yang digelar di Kampus STIE AMKOP Makassar, Jalan Pandang, Makassar, Sabtu, 20 Juni 2026.
Pada kesempatan tersebut, Dr. Siti Hatidja didampingi Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru STIE AMKOP Makassar, Kandidat Doktor Muhammad Rizal Halim, SE., MM.
Dr. Siti Hatidja menegaskan, STIE AMKOP Makassar terus berkomitmen mengambil peran strategis dalam pengembangan pendidikan tinggi yang berorientasi pada penguatan ekonomi kerakyatan, khususnya melalui gerakan koperasi.
Menurutnya, koperasi bukan hanya dipahami sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga sebagai instrumen pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan ekonomi lokal.
“STIE AMKOP Makassar siap menjadi perguruan tinggi koperasi dengan melakukan proses pendidikan dan studi pada program studi yang telah disiapkan. Ini menjadi bagian dari komitmen kampus dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat berbasis koperasi,” ujar Dr. Siti Hatidja.
Ia menambahkan, dunia pendidikan tinggi perlu hadir lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, kampus tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, tetapi juga harus mampu melahirkan sumber daya manusia yang memahami praktik ekonomi kerakyatan, kewirausahaan, dan tata kelola koperasi modern.
Kuliah umum tersebut mengangkat tema “Revolusi Ekonomi Lokal dengan Koperasi Desa Merah Putih”. Materi kuliah umum dibawakan oleh Dr. Ir. Herbert Siagian, M.Sc, Deputi Pengawasan Kementerian Koperasi Republik Indonesia.
Dalam pemaparannya, Dr. Herbert Siagian menekankan pentingnya koperasi desa sebagai kekuatan ekonomi lokal yang dapat mendorong kemandirian masyarakat. Menurutnya, koperasi harus dikelola secara profesional, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat desa, sekaligus memperkuat jejaring usaha rakyat dari tingkat lokal hingga nasional.
Melalui kuliah umum ini, STIE AMKOP Makassar ingin memperkuat pemahaman civitas akademika dan calon mahasiswa baru tentang pentingnya koperasi dalam membangun ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.
Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru STIE AMKOP Makassar, Kandidat Doktor Muhammad Rizal Halim, SE., MM, menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menjadi momentum memperkenalkan arah pengembangan kampus kepada masyarakat luas, khususnya calon mahasiswa baru.
Ia berharap, STIE AMKOP Makassar dapat menjadi pilihan utama bagi generasi muda yang ingin menempuh pendidikan tinggi sekaligus berkontribusi dalam pengembangan koperasi dan ekonomi kerakyatan.
“Kampus harus mampu menjawab kebutuhan zaman. STIE AMKOP Makassar hadir untuk menyiapkan lulusan yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu berperan dalam pembangunan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan kuliah umum yang berlangsung di Kampus STIE AMKOP Makassar tersebut mendapat perhatian dari civitas akademika dan peserta yang hadir. Kegiatan ini sekaligus menjadi penegasan bahwa STIE AMKOP Makassar siap mengambil bagian dalam penguatan koperasi sebagai pilar ekonomi rakyat.
Saat ini yang jadi Ketua STIE AMKOP Makassar, Ketua STIE AMKOP Makassar adalah Dr. H. Gunawan Bata Ilyas, SE, M.Si, CMA, C.MP. ***


















