BERITASEMBILAN.Com-Maros. Kelompok XI peserta Pengabdian Kepada Masyarakat atau PKM Nasional ADPERTISI melaksanakan kegiatan pengabdian di Desa Bonto Tallasa, Maros, Selasa 30 Juni 2026.
Pada kegiatan tersebut, dosen Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen atau STIM Lasharan Jaya Makassar, Muh. Amsal Sahban, Ph.D, tampil sebagai salah satu narasumber.
Ia membawakan materi bertema “Penguatan Kompetensi Kewirausahaan Pelaku UKM melalui Ekosistem Kewirausahaan di Era Digital”.
Materi tersebut disampaikan kepada masyarakat dan pelaku Usaha Kecil Menengah atau UKM di Desa Bonto Tallasa.
Muh. Amsal Sahban mengatakan, pelaku UKM saat ini dituntut tidak hanya mampu memproduksi dan memasarkan produk.
Lebih dari itu, pelaku UKM juga perlu memiliki kompetensi kewirausahaan yang kuat agar dapat bertahan dan berkembang di tengah perubahan dunia usaha.
Menurutnya, era digital telah membuka peluang besar bagi pelaku UKM untuk memperluas pasar, meningkatkan efisiensi usaha, serta membangun hubungan yang lebih dekat dengan pelanggan.
Namun, peluang tersebut harus diikuti dengan kemampuan adaptasi, literasi digital, inovasi, dan jejaring usaha yang memadai.
“Pelaku UKM perlu memiliki kemampuan adaptasi terhadap perubahan lingkungan bisnis, terutama dalam menghadapi era digital. Penguatan kompetensi kewirausahaan menjadi faktor penting agar UKM mampu meningkatkan daya saing dan menciptakan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan,” kata Muh. Amsal Sahban.
Ia menjelaskan, ekosistem kewirausahaan tidak hanya bertumpu pada pelaku usaha semata.
Ekosistem tersebut juga melibatkan dukungan pemerintah, perguruan tinggi, lembaga keuangan, komunitas bisnis, serta pemanfaatan teknologi digital.
Sinergi berbagai pihak itu dinilai penting agar pelaku UKM di desa dapat naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih kuat.
“Transformasi digital memberikan peluang besar bagi pelaku UKM. Karena itu, pelaku UKM harus mulai membangun kemampuan inovasi, memperkuat jejaring, dan memanfaatkan teknologi digital dalam pengembangan usahanya,” ujarnya.
Kegiatan Kelompok XI PKM Nasional ADPERTISI di Desa Bonto Tallasa ini menjadi bagian dari rangkaian PKM Nasional ADPERTISI yang dipusatkan di Kabupaten Maros.
Sebelum turun ke lokasi pengabdian, para peserta PKM Nasional ADPERTISI lebih dahulu mengikuti acara pembukaan di Ruang Pola Kantor Bupati Maros.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Maros, Dr. H. A. S. Chaidir Syam, S.IP., M.H.
Acara pembukaan turut dihadiri jajaran pemerintah daerah, para camat, serta perangkat desa yang menjadi lokasi pelaksanaan PKM Nasional ADPERTISI.
Sebelumnya, kegiatan diawali dengan laporan ketua panitia, sambutan Koordinator Ketua Presidium ADPERTISI, Dr. Buyung Romadhoni, S.E., M.Si., serta penyerahan cinderamata dari ADPERTISI kepada Bupati Maros dan para camat.
Usai pembukaan, para dosen peserta PKM diarahkan menuju sejumlah desa lokasi pengabdian di Kabupaten Maros.
Salah satu lokasi pelaksanaan PKM adalah Desa Bonto Tallasa, Kecamatan Simbang.
Di desa tersebut, Kelompok XI PKM Nasional ADPERTISI memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat, khususnya pelaku UKM.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat desa tentang pentingnya kompetensi kewirausahaan di era digital.
Selain itu, pelaku UKM diharapkan mampu memanfaatkan teknologi digital secara lebih optimal untuk mendukung pengembangan usaha.
Pelaksanaan PKM Nasional ADPERTISI di Kabupaten Maros merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, para dosen diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kapasitas masyarakat desa, termasuk dalam penguatan ekonomi berbasis kewirausahaan. ***


















