BERITASEMBILAN.Com-Maros. Pemerintah Kabupaten Maros berharap kembali dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Nasional Aliansi Dosen Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ADPERTISI) pada kegiatan berikutnya.
Harapan tersebut disampaikan Bupati Maros, Dr. H.A.S. Chaidir Syam, S.I.P., M.H., usai menyaksikan pelepasan peserta PKM Nasional ADPERTISI di Ruang Pola Kantor Bupati Maros, Selasa, 30 Juni 2026.
Menurut Chaidir Syam, Kabupaten Maros sudah tiga kali dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan PKM Nasional ADPERTISI.
Ia menyebut, dua pelaksanaan PKM sebelumnya telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Maros.
“Alhamdulillah, ini sudah ketiga kalinya ADPERTISI mempercayakan Kabupaten Maros sebagai tuan rumah. Dua kali PKM sebelumnya telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kabupaten Maros,” kata Chaidir Syam.
Pelepasan peserta PKM Nasional ADPERTISI turut dihadiri Koordinator Ketua Presidium MPP ADPERTISI, Dr. Buyung Romadhoni, S.E., M.Si., Sekretaris Jenderal ADPERTISI, Ibrahim Pratama, S.E., M.Si., Ak., CA, serta jajaran pengurus pusat ADPERTISI lainnya.
Chaidir Syam menilai, pelaksanaan PKM Nasional ADPERTISI selama ini memberi kontribusi positif terhadap masyarakat, terutama dalam peningkatan kapasitas, wawasan, dan keterampilan warga melalui berbagai program pemberdayaan yang dibawakan para dosen.
Ia mengatakan, kehadiran akademisi di tengah masyarakat tidak hanya menjadi sarana transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membuka ruang pertukaran pengalaman antara dosen dan warga desa.
Menurutnya, interaksi tersebut berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di tingkat desa.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Maros berharap ADPERTISI kembali menunjuk Maros sebagai lokasi pelaksanaan PKM Nasional berikutnya.
“Kami berharap jika ada PKM keempat, Kabupaten Maros kembali ditunjuk sebagai tuan rumah,” ujarnya.
Chaidir Syam juga berharap kegiatan pengabdian kepada masyarakat tidak berhenti hanya pada pelaksanaan kegiatan seremonial.
Ia meminta agar hubungan antara para dosen dan masyarakat tetap terjalin setelah kegiatan PKM berakhir.
Menurutnya, komunikasi lanjutan penting dilakukan untuk memastikan pengetahuan, keterampilan, dan inovasi yang diberikan kepada masyarakat benar-benar diterapkan serta memberi dampak nyata.
“Jangan sampai setelah PKM selesai tidak ada lagi hubungan dengan masyarakat. Kami berharap ADPERTISI tetap mengontrol dan melihat dampaknya, apakah pengetahuan yang diberikan benar-benar membawa perubahan bagi masyarakat,” tutupnya.
PKM Nasional ADPERTISI di Kabupaten Maros menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi swasta dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, dosen dari berbagai perguruan tinggi hadir langsung di tengah masyarakat untuk berbagi ilmu, melakukan pendampingan, serta memberi solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi warga desa.


















