Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

Wabup Maros A. Muetazim Mansyur: Ratusan Dosen dan Profesor ADPERTISI Bawa Pemikiran Baru untuk Desa

×

Wabup Maros A. Muetazim Mansyur: Ratusan Dosen dan Profesor ADPERTISI Bawa Pemikiran Baru untuk Desa

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Maros. Wakil Bupati Maros, A. Muetazim Mansyur, S.T., M.Si, menerima sekaligus melepas peserta Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Nasional ADPERTISI 2026 di Aula Kantor Bupati Maros, Selasa, 30 Juni 2026.

Muetazim Mansyur hadir mewakili Bupati Maros, Dr. H.A.S. Chaidir Syam, S.I.P., M.H.

Example 300x600

Sebanyak 275 dosen pengabdi dari Aliansi Dosen Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ADPERTISI) akan turun melaksanakan PKM Nasional di 18 desa di Kabupaten Maros.

Para peserta tersebut berasal dari 105 perguruan tinggi. Sebanyak 39 perguruan tinggi di antaranya berasal dari luar Sulawesi Selatan.

Pada sambutannya, A. Muetazim Mansyur menyampaikan apresiasi atas kehadiran ratusan dosen dan guru besar ADPERTISI di Kabupaten Maros.

Menurutnya, kehadiran para akademisi tersebut membawa rezeki pengetahuan, keterampilan, dan inovasi bagi masyarakat desa.

“Kehadiran ratusan dosen di 18 desa di Maros membawa rezeki pengetahuan, keterampilan, dan inovasi. Maros tentu menerima manfaat dari kegiatan ini,” kata A. Muetazim Mansyur.

Ia menilai PKM Nasional ADPERTISI merupakan kegiatan yang sangat baik karena dapat membantu menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat desa.

Karena itu, ia berharap masyarakat di desa-desa lokasi PKM dapat mengikuti kegiatan secara aktif dan interaktif bersama para dosen dan profesor yang datang.

“PKM Nasional ADPERTISI ini sangat bagus karena bisa menjawab masalah di desa. Kami berharap warga masyarakat yang menjadi objek lokasi PKM dapat berinteraksi langsung dengan para dosen dan profesor,” ujarnya.

Muetazim menyebut, ADPERTISI telah tiga kali menggelar PKM Nasional di Kabupaten Maros.

Hal itu, menurutnya, menjadi bukti bahwa ADPERTISI telah memahami karakteristik masyarakat dan wilayah Maros.

Dengan pengalaman tersebut, ia berharap kegiatan PKM Nasional tahun ini tidak berhenti pada seremoni, tetapi dapat melahirkan tindak lanjut yang bermanfaat bagi masyarakat.

“ADPERTISI sudah tiga kali menggelar PKM Nasional di Maros. Tentu sudah memahami dan mengerti karakteristik daerah ini, sehingga kegiatan PKM kali ini dapat memberi tindakan lanjutan di tengah masyarakat,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih karena Kabupaten Maros kembali dipilih sebagai lokasi pelaksanaan PKM Nasional ADPERTISI.

Menurutnya, rekomendasi yang dihasilkan para dosen dan guru besar dari kegiatan tersebut dapat menjadi masukan penting bagi pemerintah daerah.

“Terima kasih atas pilihan di 18 desa di Maros. Rekomendasi yang diberikan kepada pemerintah daerah diharapkan dapat lebih meningkatkan pembangunan masyarakat desa,” katanya.

Muetazim menambahkan, ratusan dosen dan puluhan profesor yang hadir membawa pemikiran akademik, pengalaman, serta inovasi baru.

Pemerintah daerah, kata dia, tinggal menindaklanjuti dan mengeksekusi gagasan serta rekomendasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Para guru besar membawa pemikiran yang handal dan terbaru. Pemikiran serta rekomendasi itu akan membuat pemerintah daerah lebih leluasa dalam berkegiatan dan mengambil langkah pembangunan,” ungkapnya.

PKM Nasional ADPERTISI 2026 di Kabupaten Maros menyasar 18 desa yang tersebar pada sejumlah kecamatan.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas masyarakat desa, khususnya dalam bidang pertanian, perikanan, kelembagaan ekonomi, literasi, dan inovasi berbasis kebutuhan lokal.

Pelepasan peserta PKM Nasional ADPERTISI turut dihadiri jajaran pemerintah daerah, pengurus ADPERTISI, para guru besar, pimpinan perguruan tinggi, serta ratusan dosen peserta pengabdian dari berbagai daerah di Indonesia.

Turut hadir dalam penerimaan dan pelepasan PKM Nasional 2026 di Maros, Koordinator Ketua Presidium ADPERTISI, Dr. Buyung Romadhoni, S.E., M.Si, Sekjen, Ibrahim Pratama, S.E., M.Si., Ak., CA, Stering Comite,  Dr. H. Yusriadi Yusriadi Hala, S.E., M.Si., M.Ak. Ketua Panitia,  Basri Gassing, S.Sos.I., MM dan para pendiri organisasi.

Hadir juga beberapa pimpinan perguruan tinggi yakni; Rektor Institut Mekongga, Dr. Isye Aryani Mursalim, S.T., M.Si, Rektor Universitas Ichsan Sidrap, Dr. Darnawati, S.Pd., M.Si, Rektor Universitas Prof. Dr. H. M. Arifin Sallatang (UNPAS), Dr. Drs. Nasrullah, M.Si., M.Kom, Wakil Ketua I Bidang Akademik di STIE AMKOP Makassar, Dr. Hj. St. Hatidja, SE., M.Pd, Wakil Direktur II AIGI YPAG, Nikolaus Beni, A.Md.Gz, S.Sos, M.I.Kom dan pimpinan kampus lainnya. ***

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *