Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

Dr. Buyung Romadhoni Tegaskan PKM Nasional ADPERTISI Wujud Nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi

×

Dr. Buyung Romadhoni Tegaskan PKM Nasional ADPERTISI Wujud Nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Maros. Koordinator Ketua Presidium Aliansi Dosen Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ADPERTISI), Dr. Buyung Romadhoni, S.E., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Nasional ADPERTISI di Kabupaten Maros bukan sekadar kegiatan seremonial.

Hal itu disampaikan Buyung Romadhoni saat memberi sambutan pada pembukaan PKM Nasional ADPERTISI di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Selasa, 30 Juni 2026.

Example 300x600

Menurutnya, PKM Nasional merupakan bagian penting dari amanat Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

“Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bukan sekadar kegiatan seremonial atau formalitas belaka. Bagi dosen, ini adalah amanat konstitusional yang tertuang dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi,” kata Buyung Romadhoni.

Ia menjelaskan, pengabdian kepada masyarakat menjadi kewajiban akademisi untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan teknologi yang selama ini dikaji dan diajarkan di kampus.

Ilmu tersebut, kata dia, harus dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, terutama masyarakat desa, petani, dan nelayan.

“Kehadiran dosen perguruan tinggi tidak hanya berada di kampus, tetapi juga harus hadir di tengah-tengah desa, di pesisir pantai, dan di antara para petani serta nelayan,” ujarnya.

Buyung menyebut, ADPERTISI saat ini menjadi wadah bagi 2.875 dosen dari 691 perguruan tinggi swasta di seluruh Indonesia.

Melalui kegiatan PKM Nasional, para dosen difasilitasi untuk menjalankan kewajiban akademik sekaligus berkontribusi langsung terhadap penyelesaian persoalan masyarakat.

PKM Nasional ADPERTISI di Maros tahun 2026 menyasar kelompok tani dan nelayan di 18 desa yang tersebar pada 9 kecamatan.

Kegiatan ini mengangkat tema “Literasi Penguatan bagi Kelompok Tani dan Nelayan Melalui Koperasi Desa”.

Buyung menegaskan, para dosen ADPERTISI hadir bukan untuk menggurui masyarakat, melainkan untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman.

“Kami hadir bukan untuk menggurui, melainkan untuk saling berbagi. Para dosen membawa hasil-hasil riset, sementara petani dan nelayan memiliki pengalaman empiris yang kaya di lapangan,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan ini mampu memberi penguatan kapasitas kepada masyarakat, khususnya dalam pengelolaan usaha, pemasaran produk, literasi keuangan, serta pemanfaatan teknologi digital.

Menurutnya, penguatan kelompok tani dan nelayan melalui koperasi desa menjadi langkah penting untuk membangun kelembagaan ekonomi masyarakat yang tangguh dan mandiri.

Dalam sambutannya, Buyung juga menekankan pentingnya konsep kerja pentahelix dalam pemberdayaan masyarakat.

Konsep ini melibatkan lima unsur utama, yakni akademisi, pelaku usaha, komunitas atau masyarakat, pemerintah, dan media.

“Kita tidak dapat bekerja sendiri. Dalam menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks, kita membutuhkan sinergi antara akademisi, dunia usaha, masyarakat, pemerintah, dan media,” tuturnya.

Ia menilai Kabupaten Maros memiliki karakter wilayah yang kaya dengan potensi pertanian dan pesisir.

Karena itu, Maros dinilai menjadi laboratorium hidup yang tepat untuk menerapkan konsep pentahelix dalam kegiatan pengabdian masyarakat.

Buyung juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Maros, khususnya Bupati Maros Dr. H.A.S. Chaidir Syam, S.I.P., M.H., bersama jajaran kepala OPD, camat, dan kepala desa yang telah mendukung pelaksanaan PKM Nasional ADPERTISI.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Maros atas sambutan yang hangat dan dukungan luar biasa terhadap pelaksanaan PKM Nasional ADPERTISI,” katanya.

Ia menyebut dukungan pemerintah daerah, mulai dari koordinasi teknis hingga pelepasan peserta, menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Maros dalam mendukung kegiatan pengabdian masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, hadir para guru besar, pimpinan perguruan tinggi swasta, Sekretaris Jenderal ADPERTISI, pendiri dan pengurus ADPERTISI, serta dosen peserta PKM Nasional dari berbagai daerah di Indonesia.

Peserta PKM Nasional ADPERTISI datang dari sejumlah wilayah, antara lain Papua, Bali, Sulawesi Tenggara, Ternate, Riau, Jakarta, dan berbagai daerah lainnya.

Buyung mengajak seluruh dosen peserta PKM Nasional untuk menjadikan kegiatan ini sebagai bagian dari solusi bagi masyarakat.

“Mari kita turun ke desa-desa, bukan hanya untuk memenuhi kewajiban akademik, tetapi untuk menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap PKM Nasional ADPERTISI 2026 di Kabupaten Maros dapat memberikan dampak nyata, berkelanjutan, serta menjadi amal ibadah bagi seluruh peserta.

“Semoga hasil pengabdian kita memberikan manfaat besar bagi masyarakat Maros dan menjadi amal ibadah bagi kita semua,” tutup Buyung Romadhoni.

Turut hadir dalam penerimaan dan pelepasan PKM Nasional 2026 di Maros, Bupati dan Wakil Bupati Maros periode 2025-2030 adalah Dr. H. A. S. Chaidir Syam, S.IP., M.H. sebagai Bupati dan Andi Mu’tazim Mansyur, S.T, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Drs. Idrus, M.Si.

Koordinator Ketua Presidium ADPERTISI, Dr. Buyung Romadhoni, S.E., M.Si, Sekjen, Ibrahim Pratama, S.E., M.Si., Ak., CA, Stering Comite,  Dr. H. Yusriadi Yusriadi Hala, S.E., M.Si., M.Ak. Ketua Panitia,  Basri Gassing, S.Sos.I., MM dan para pendiri organisasi.

Hadir juga beberapa pimpinan perguruan tinggi yakni; Rektor Institut Mekongga, Dr. Isye Aryani Mursalim, S.T., M.Si, Rektor Universitas Ichsan Sidrap, Dr. Darnawati, S.Pd., M.Si, Rektor Universitas Prof. Dr. H. M. Arifin Sallatang (UNPAS), Dr. Drs. Nasrullah, M.Si., M.Kom, Wakil Ketua I Bidang Akademik di STIE AMKOP Makassar, Dr. Hj. St. Hatidja, SE., M.Pd, Wakil Direktur II AIGI YPAG, Nikolaus Beni, A.Md.Gz, S.Sos, M.I.Kom dan pimpinan kampus lainnya. ***

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *