Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pendidikan

Sekjen ADPERTISI: Kehadiran Bupati dan Wabup Maros Jadi Penghormatan Besar bagi Ratusan Dosen Pengabdi

×

Sekjen ADPERTISI: Kehadiran Bupati dan Wabup Maros Jadi Penghormatan Besar bagi Ratusan Dosen Pengabdi

Share this article
Example 468x60

BERITASEMBILAN.Com-Maros. Sekretaris Jenderal Aliansi Dosen Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ADPERTISI), Ibrahim Pratama, S.E., M.Si., Ak., CA., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Maros, Dr. H.A.S. Chaidir Syam, S.I.P., M.H., dan Wakil Bupati Maros, A. Muetazim Mansyur, S.T., M.Si., secara bersamaan pada penerimaan dan pelepasan peserta Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Nasional ADPERTISI 2026.

Kegiatan penerimaan dan pelepasan peserta PKM Nasional ADPERTISI tersebut berlangsung di Aula Kantor Bupati Maros, Selasa, 30 Juni 2026.

Example 300x600

Sebanyak 275 dosen pengabdi dari 105 perguruan tinggi mengikuti kegiatan tersebut sebelum turun ke 18 desa lokasi pengabdian di Kabupaten Maros.

Ibrahim Pratama mengatakan, kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Maros secara bersamaan menjadi momen istimewa dalam pelaksanaan PKM Nasional ADPERTISI.

Menurutnya, hal tersebut merupakan bentuk penghormatan besar Pemerintah Kabupaten Maros terhadap para dosen, guru besar, dan perguruan tinggi swasta yang hadir untuk mengabdi kepada masyarakat.

“Ini menjadi catatan penting bagi ADPERTISI. Untuk pertama kalinya dalam pelaksanaan PKM Nasional ADPERTISI, Bupati dan Wakil Bupati Maros hadir secara bersamaan dalam penerimaan dan pelepasan peserta menuju desa-desa lokasi pengabdian,” kata Ibrahim Pratama.

Ia menilai, kehadiran dua pimpinan daerah tersebut menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Maros memberikan perhatian serius terhadap kegiatan pengabdian masyarakat.

Menurut Ibrahim, PKM Nasional ADPERTISI bukan hanya kegiatan akademik, tetapi juga ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat desa.

“Kami melihat ini sebagai bukti kuat bahwa Pemerintah Kabupaten Maros benar-benar membuka ruang kolaborasi dengan dunia perguruan tinggi. Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati memberi energi moral bagi seluruh dosen pengabdi,” ujarnya.

Ibrahim menyebut, para dosen yang hadir di Kabupaten Maros tidak hanya membawa ilmu pengetahuan, tetapi juga membawa semangat pengabdian, inovasi, dan kepedulian sosial.

Mereka akan turun langsung ke 18 desa untuk berbagi pengetahuan, mendampingi masyarakat, serta menggali berbagai persoalan yang dapat ditindaklanjuti melalui rekomendasi akademik.

“Para dosen dan guru besar hadir bukan untuk sekadar memberi materi, tetapi untuk mendengar, berdialog, dan bersama-sama masyarakat mencari jalan keluar atas persoalan yang dihadapi di desa,” jelasnya.

Ia menambahkan, dukungan Pemerintah Kabupaten Maros menjadi modal penting agar pelaksanaan PKM Nasional ADPERTISI dapat memberi dampak nyata dan berkelanjutan.

Ibrahim juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Maros, Dr. H.A.S. Chaidir Syam, S.I.P., M.H., dan Wakil Bupati Maros, A. Muetazim Mansyur, S.T., M.Si., atas sambutan hangat serta dukungan penuh terhadap pelaksanaan PKM Nasional ADPERTISI 2026.

“Atas nama ADPERTISI, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bupati dan Wakil Bupati Maros. Kehadiran beliau berdua menjadi simbol kuat bahwa pengabdian dosen diterima dengan sangat baik oleh pemerintah daerah dan masyarakat Maros,” tuturnya.

Ibrahim berharap sinergi antara ADPERTISI dan Pemerintah Kabupaten Maros terus berlanjut, tidak hanya pada kegiatan seremonial, tetapi juga dalam bentuk tindak lanjut program pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, rekomendasi dan pemikiran para dosen serta guru besar dari kegiatan PKM Nasional dapat menjadi bahan masukan bagi pemerintah daerah dalam memperkuat pembangunan desa.

“Harapan kami, kerja sama ini tidak berhenti setelah kegiatan selesai. ADPERTISI siap terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Maros untuk menghadirkan gagasan, pemikiran, dan rekomendasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

PKM Nasional ADPERTISI 2026 di Kabupaten Maros menyasar 18 desa dengan fokus pada penguatan masyarakat desa, kelompok tani, nelayan, koperasi desa, literasi, keterampilan, serta inovasi berbasis potensi lokal.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, yang mempertemukan dunia akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat di lapangan.***

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *