BERITASEMBILAN.Com-Sidrap. Ada satu sajian yang nyaris tidak pernah luput dari perhatian Prof. Dr. Unifa Rosyidi selama berada di Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan.
Bukan hidangan mewah. Bukan pula sajian khas hotel berbintang. Melainkan telur asin khas Sidrap.
Di sela kehadirannya mengikuti Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran atau Porsenijar PGRI Sulawesi Selatan 2026 yang berlangsung pada 2–6 Juli 2026, Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Republik Indonesia atau PP PGRI itu beberapa kali menikmati telur asin khas daerah berjuluk Bumi Nene Mallomo tersebut.
Dari sajian sederhana itulah, kesan tentang Sidrap bertambah kuat.
“Setelah mencoba mencicipi telur asin khas Sidrap, rasanya sangat berbeda dengan telur asin di daerah lain. Telur asin Sidrap memiliki cita rasa yang luar biasa,” kata Prof. Dr. Unifa Rosyidi.
Pujian itu tidak hanya disampaikan sekali.
Dalam beberapa kesempatan selama berada di Sidrap, Prof. Unifa kembali menyebut keistimewaan telur asin khas daerah tersebut. Saat memberikan sambutan di hadapan peserta Porsenijar PGRI Sulsel 2026, ia menyelipkan cerita tentang cita rasa kuliner lokal Sidrap.
Apresiasi serupa juga disampaikan langsung kepada Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, dalam acara ramah tamah di Rumah Jabatan Bupati Sidrap.
Bahkan, saat menghadiri jamuan makan malam bersama Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaeman, serta jajaran pengurus PGRI provinsi dan kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan, Prof. Unifa kembali menyinggung cita rasa telur asin Sidrap.
Bagi Prof. Unifa, telur asin Sidrap bukan hanya makanan pendamping di meja makan. Kuliner sederhana itu memiliki karakter rasa yang khas dan meninggalkan kesan tersendiri.
Kekaguman itu kemudian diwujudkan dalam bentuk sederhana. Sebelum kembali ke Jakarta, Prof. Unifa secara khusus memesan telur asin Sidrap untuk dibawa pulang sebagai buah tangan.
Bagi dia, telur asin tersebut bukan sekadar oleh-oleh. Di dalamnya ada kenangan tentang keramahan Sidrap, suasana Porsenijar PGRI Sulsel 2026, dan cita rasa lokal yang melekat selama beberapa hari berada di daerah itu.
Sidrap selama ini lebih dikenal sebagai salah satu daerah lumbung pangan di Sulawesi Selatan. Namun, pengalaman Prof. Unifa selama berada di Sidrap menunjukkan bahwa daerah ini juga memiliki kekayaan kuliner lokal yang layak diperkenalkan lebih luas.
Menurut Prof. Unifa, Sidrap memiliki banyak potensi. Selain pertanian, daerah ini juga memiliki kuliner khas, destinasi wisata, dan geliat pembangunan yang dapat terus dikembangkan.
Ia menilai, perkembangan Sidrap dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan arah yang positif. Pertumbuhan ekonomi, pembangunan daerah, serta potensi lokal yang dimiliki menjadi modal penting bagi Sidrap untuk semakin dikenal.
Di bawah kepemimpinan Bupati H. Syaharuddin Alrif, Sidrap dinilai mampu menghadirkan optimisme baru, baik dari sisi pembangunan maupun penguatan potensi daerah.
Bagi Prof. Unifa, kunjungannya ke Sidrap dalam momentum Porsenijar PGRI Sulsel 2026 meninggalkan banyak cerita.
Ia menyaksikan semangat para guru dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan yang berkumpul, bertanding, berkarya, dan bersilaturahmi. Namun, di antara banyak kesan itu, telur asin Sidrap menjadi cerita kecil yang terus melekat.
Dari sebutir telur asin, Prof. Unifa menemukan satu rasa yang berbeda. Sederhana, tetapi kuat meninggalkan ingatan.
Dan dari Sidrap, cerita itu ikut dibawa pulang ke Jakarta. ***


















