BERITASEMBILAN.Com-Sidrap. Guru IPA SMP Negeri 2 Pangkajene Sidenreng, Nur Ainun Istiqamah, berhasil mempersembahkan medali emas pertama untuk Kabupaten Sidenreng Rappang pada ajang Porsenijar PGRI Sulawesi Selatan 2026 di Kabupaten Sidrap.
Medali emas tersebut diraih Nur Ainun pada Lomba Pembelajaran Digital yang digelar di SMAN 2 Sidrap, Jumat (3/7/2026).
Pada kategori jenjang SMP/MTs, Nur Ainun keluar sebagai peserta terbaik setelah bersaing dengan puluhan guru utusan kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan.
Suasana haru dan bahagia tampak terpancar dari wajah Nur Ainun saat dewan juri mengumumkan namanya sebagai peraih medali emas.
Raihan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena sekaligus menjadi medali emas pertama bagi kontingen Kabupaten Sidrap pada ajang Porsenijar PGRI Sulsel 2026.
Usai menerima penghargaan, Nur Ainun mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut. Ia mengatakan, prestasi itu tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang dan dukungan banyak pihak.
“Prestasi ini bukan diraih secara instan. Kami mempersiapkannya kurang lebih selama satu tahun dengan berbagai latihan dan penyempurnaan inovasi,” ujarnya.
Nur Ainun menyampaikan terima kasih kepada Mansur selaku pelatih media pembelajaran digital Kabupaten Sidrap yang telah memberikan bimbingan selama masa persiapan lomba.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala SMP Negeri 2 Pansid beserta jajaran, serta Pemerintah Kabupaten Sidrap yang selama ini memberikan dukungan penuh kepada peserta.
Dalam lomba tersebut, Nur Ainun mengusung inovasi media pembelajaran digital bertajuk “Alako”.
Inovasi itu terinspirasi dari jargon Kabupaten Sidrap dan dikembangkan dalam bentuk media pembelajaran digital berbasis animasi.
Media tersebut mengangkat konsep listrik alternatif dari komponen organik melalui pemanfaatan sekam padi sebagai bahan baku bio baterai.
Menurut Nur Ainun, aplikasi tersebut dirancang agar peserta didik dapat memahami konsep kelistrikan secara lebih interaktif dan menyenangkan.
“Model aplikasi ini membuat peserta didik bermain game merangkai rangkaian listrik seri dan paralel dengan menggunakan konsep bio baterai berbahan sekam padi,” jelasnya.
Ia menambahkan, inovasi tersebut lahir dari potensi Kabupaten Sidrap sebagai salah satu daerah lumbung padi di Sulawesi Selatan.
Sekam padi yang selama ini banyak menjadi limbah pertanian diangkat menjadi konsep bio baterai sebagai sumber energi alternatif sekaligus media pembelajaran IPA.
Nur Ainun berharap inovasi bio baterai berbahan sekam padi tidak hanya menjadi media edukasi di sekolah, tetapi juga dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari energi terbarukan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, pembelajaran digital harus mampu menghubungkan materi pelajaran dengan potensi lokal daerah agar siswa lebih mudah memahami konsep yang dipelajari.
Porsenijar PGRI Sulsel 2026 di Kabupaten Sidrap tidak hanya mempertandingkan cabang olahraga dan seni, tetapi juga cabang pembelajaran yang menjadi ruang bagi guru untuk menampilkan inovasi, kreativitas, dan kemampuan pedagogik berbasis teknologi.***


















