BERITASEMBILAN.Com-Makassar. Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan I dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dr. Hj. Meity Rahmatia, S.Pd., S.E., M.M., menjalani prosesi wisuda doktor bersama ratusan lulusan STIE AMKOP Makassar di Hotel Claro Makassar, Selasa (21/7/2026).
Meity menjadi salah satu dari 16 lulusan Program Doktor Ilmu Manajemen yang dikukuhkan dalam Wisuda Sarjana, Magister, dan Doktor STIE AMKOP Makassar Tahun 2026.
Pada wisuda tersebut, STIE AMKOP mengukuhkan sebanyak 336 lulusan, terdiri atas 274 sarjana, 46 magister, dan 16 doktor.
Dosen STIE AMKOP Makassar yang juga Ko-Promotor I disertasi Meity, Dr. Umi Farida, S.E., M.Si., mengatakan legislator asal Dapil Sulsel I tersebut mengikuti prosesi wisuda bersama lulusan dari jenjang sarjana, magister, dan doktor.
Menurutnya, keberhasilan Meity menyelesaikan studi doktor menjadi capaian akademik yang membanggakan, khususnya karena diraih di tengah kesibukannya sebagai anggota legislatif.
“Beliau menjalani prosesi wisuda bersama alumni lainnya dari jenjang S1, S2, dan S3. Capaian ini menunjukkan komitmen yang kuat terhadap pendidikan dan pengembangan keilmuan,” kata Umi Farida.
Teliti Kinerja DPRD Sulsel
Meity resmi meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen setelah mempertahankan disertasinya dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor di Program Pascasarjana STIE AMKOP Makassar, Rabu (29/10/2025).
Ia dinyatakan lulus dengan nilai A dan predikat sangat memuaskan.
Dalam sidang tersebut, Meity mempertahankan disertasi berjudul “Analisis Kinerja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan.”
Penelitian itu mengkaji efektivitas pelaksanaan fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran DPRD Sulsel.
Menurut Meity, legitimasi lembaga legislatif tidak hanya ditentukan oleh kepatuhan terhadap aturan formal. Legitimasi juga bergantung pada budaya kerja berbasis hasil yang mampu memperkecil kesenjangan antara prosedur dan praktik nyata.
“Temuan penelitian ini memperluas teori governance dan public accountability. Akuntabilitas DPRD kini bergerak dari sekadar transparansi prosedural menuju bentuk substantif berupa answerability dan enforceability yang berdampak langsung kepada masyarakat,” jelas Meity saat mempresentasikan disertasinya.
Ia menilai kinerja DPRD seharusnya tidak hanya diukur berdasarkan jumlah peraturan daerah yang disahkan atau tingginya serapan anggaran.
Pengukuran juga perlu diarahkan pada hasil nyata, seperti manfaat sosial dan ekonomi, kepatuhan birokrasi, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Penelitian tersebut menggunakan paradigma post-positivistik dengan pendekatan kualitatif melalui triangulasi data.
Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap 20 informan, termasuk Ketua DPRD Sulsel, Gubernur Sulsel, pimpinan alat kelengkapan dewan, serta sejumlah anggota legislatif.
Dibimbing Sejumlah Akademisi
Disertasi Meity disusun di bawah bimbingan Prof. Dr. Ansar, S.E., M.M., M.Si. sebagai promotor, Dr. Umi Farida, S.E., M.Si. sebagai Ko-Promotor I, dan Dr. Kurniawaty, S.T., M.M. sebagai Ko-Promotor II.
Tim penguji internal terdiri atas Prof. Dr. Mattalatta, S.E., M.Si., Dr. Gunawan, S.E., M.Si., dan Dr. Andi Aminullah Alam, S.E., M.Si.
Adapun penguji eksternal ialah Prof. Dr. Ar. Ir. Naidah Naing, S.T., M.Si., IAI, IPU dan Dr. Abdul Rahman, S.Pt., S.E., M.M., M.Kes.
Sidang terbuka dilaksanakan di Theater Classroom Gedung Pascasarjana STIE AMKOP Makassar.
Legislator Dapil Sulsel I
Meity dikenal sebagai legislator yang aktif memperjuangkan isu sosial, terutama pemberdayaan perempuan dan generasi muda.
Perempuan kelahiran Rangkasbitung, 27 Mei 1981, itu mengawali perjalanan politiknya sebagai anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.
Pada Pemilu 2024, ia terpilih menjadi anggota DPR RI dari Dapil Sulawesi Selatan I yang meliputi Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, dan Kepulauan Selayar.
Selain berkiprah di dunia politik, Meity aktif dalam sejumlah organisasi sosial dan keagamaan.
Ia menyelesaikan pendidikan sarjana bidang pendidikan di Universitas Negeri Makassar dan meraih gelar Magister Ekonomi dari STIE AMKOP pada 2022.
Keberhasilannya menuntaskan pendidikan doktor menunjukkan bahwa aktivitas politik dapat berjalan beriringan dengan pengembangan akademik dan riset.
STIE AMKOP Wisuda 336 Lulusan
Ketua STIE AMKOP Makassar, Dr. Gunawan, S.E., M.Si., mengatakan kampus terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, baik melalui pengembangan dosen maupun pembinaan mahasiswa.
Saat ini, STIE AMKOP memiliki 26 dosen bergelar doktor. Sebanyak 12 dosen lainnya tengah menempuh studi doktoral di sejumlah perguruan tinggi.
“Pencapaian ini baru langkah awal. Kami yakin akan semakin banyak lahir doktor baru dari AMKOP yang mampu berkompetisi di tingkat nasional dan internasional,” ujar Gunawan.
STIE AMKOP Makassar saat ini mengelola Program Doktor Ilmu Manajemen, Magister Manajemen, serta program sarjana Manajemen, Akuntansi, Bisnis Digital, dan Kewirausahaan.
Kampus tersebut telah meraih akreditasi institusi Baik Sekali dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi.
Prosesi wisuda Meity Rahmatia menjadi salah satu perhatian dalam rangkaian wisuda STIE AMKOP 2026.
Capaian tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi perempuan, politisi muda, dan masyarakat untuk terus mengembangkan pendidikan sekaligus menghadirkan kontribusi nyata bagi penguatan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.


















